Kerjasama KBR dengan SATGAS COVID-19

Cegah Penularan Covid-19, UPK Kemenkes Gelar Rapid Test di Kecamatan Setiabudi

Jika nantinya ada pegawai yang diketahui reaktif, akan ada test lanjutan, yaitu swab test dan isolasi mandiri. Jika ada gejala Covid-19 mereka dianjurkan untuk isolasi di rumah sakit.

RAGAM

Selasa, 24 Nov 2020 23:14 WIB

Author

Paul M Nuh

Cegah Penularan Covid-19, UPK Kemenkes Gelar Rapid Test di Kecamatan Setiabudi

UPK Kemenkes Gelar Rapid Test kepada 500 pegawai di Kecamatan Setiabudi

Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) Kementerian Kesehatan RI menggelar kegiatan rapid test massal di Kantor Kecamatan Setiabudi pada Selasa (24/11) pagi. Rapid test dilakukan terhadap pegawai kecamatan, petugas kebersihan, satpol PP, dan petugas lainnya di bawah koordinasi Kecamatan Setiabudi.

Beberapa petugas nampak takut dan enggan untuk mengikuti proses test, karena mereka menduga tes yang dilakukan adalah tes swab. Veri, salah satu petugas Dishub yang bertugas di wilayah Kecamatan Setiabudi mengaku sempat ragu-ragu mengikuti rapid test. Dia mengira tes yang dilakukan UPK Kemenkes adalah tes Swab.

“Awalnya saya ragu, saya kira ini tes swab yang ditusuk. Kan sakit itu. Tapi ternyata tes nya ditusuk di jari,” katanya. Veri mengaku kegiatan rapid test ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh nya. “Saya ikut tes ini untuk melihat apakah diri saya sehat, terhindar COVID atau tidak,” imbuh Veri.

Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan UPK Kemenkes dr. Rini Haryanti mengatakan pelaksanaan rapid test ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai dari Selasa hingga Kamis (24-26) November 2020. Target pegawai kecamatan yang akan dilakukan rapid test sebanyak 500 orang.

Menurut Rini, kerjasama ini memang sudah sering dilakukan dengan puskesmas di wilayah tersebut. Sebelumnya test juga sudah dilakukan di Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi.

Selanjutnya Rini menjelaskan, bahwa pelaksanaan test di Kecamatan Setiabudi ini sebagai langkah awal untuk mencegah penularan Covid-19. Rini mendapatkan informasi bahwa di wilayah ini telah terjadi peningkatan kasus di 2 minggu terakhir. Jika nantinya ada pegawai yang diketahui reaktif, akan ada test lanjutan, yaitu swab test dan isolasi mandiri. Jika ada gejala Covid-19 mereka dianjurkan untuk isolasi di rumah sakit.

“Selama ini masih pandemi, masih berlangsung (penularan COVID-19) gitu. Pasti kita akan tetap membantu,” ucap dr. Rini.

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah