covid-19
ADVERTORIAL

Ground Breaking Program “NTT adalah Kita”

Mereka mencoba membantu masyarakat NTT pulih lebih cepat dari bencana dengan membangun hunian layak.

RAGAM

Jumat, 17 Sep 2021 09:04 WIB

Ground Breaking Program “NTT adalah Kita”

Peletakan Batu pertama proyek pembangunan dan renovasi rumah warga terdampak Badai Siklon Seroja di NTT.

Badai Siklon Tropis Seroja yang menghantam area Nusa Tenggara Timur di awal April 2021, hingga kini masih meninggalkan duka. Banyak dari mereka yang masih hidup di gubuk-gubuk, tenda maupun kerabat dengan fasilitas yang sangat terbatas.

Merespon hal tersebut Habitat for Humanity Indonesia dan Ananda Sukarlan menghelat konser amal "NTT adalah Kita" 6 Agustus 2021 lalu. Dana yang terkumpul digunakan untuk pengembangan hunian bagi warga terdampak Badai Siklon Tropis Seroja.

Membuka Acara Peletakan Batu Pertama Program Pengembangan Hunian Bagi Penyintas Bencana Siklon Seroja “NTT adalah Kita” ini, Susanto Samsudin, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia menyampaikan bahwa rumah merupakan kebutuhan yang pertama harus dimiliki setelah bencana. Rumah untuk berlindung dan memulihkan kondisi, terutama di masa pandemi Covid-19.

Habitat for Humanity Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Wahana Visi Indonesia, para donatur, Pemerintah Kabupaten Kupang, serta masyarakat, mencoba membantu masyarakat NTT pulih lebih cepat dari bencana dengan membangun hunian layak.

Rencananya dalam satu tahun ke depan akan dibangun 97 rumah dan direnovasi 20 rumah di Naibonat, Oesao, dan Takari, di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Angelina Theodora, Direktur Nasional & CEO Wahana Visi Indonesia mengungkapkan, bahwa proyek pembangunan rumah ini untuk memberikan respon yang sesuai dengan kebutuhan masyakarat pasca bencana. Kegiatan peletakan batu pertama secara simbolis menandakan dimulainya kegiatan pembangunan dan renovasi rumah.

Drs. Korinus Masneno, Bupati Kabupaten Kupang sangat menyambut baik program ini. Atas nama pemerintah daerah Korinus mengungkapkan rasa syukurnya atas kasih Tuhan yang disampaikan lewat kedua lembaga ini.

Kebutuhan dana jelas masih jauh dari cukup untuk menuntaskan tujuan baik ini. Masyarakat ditunjukkan bagaimana rasa kesatuan sebagai bangsa dapat mendorong perubahan-perubahan besar, terutama proses pemulihan yang lebih cepat bagi masyarakat yang terdampak di NTT.

Satu Nusa, Satu Rasa, karena NTT adalah Kita!

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung