Bagikan:

Kerjasama KBR dengan KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Waktu Indonesia Sehat: Dukungan Keluarga Kunci Keberhasilan Ibu Menyusui

Kalangan ibu menyusui yang mendapatkan dukungan penuh dari suami dan keluarga memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi dalam membantu merawat si kecil.

RAGAM

Jumat, 12 Agus 2022 19:00 WIB

Author

Paul M Nuh

Waktu Indonesia Sehat: Dukungan Keluarga Kunci Keberhasilan Ibu Menyusui

Waktu Indonesia Sehat: Dukungan Keluarga Kunci Keberhasilan Ibu Menyusui.

KBR, Jakarta - Dalam menjalankan peranan sebagai seorang ibu menyusui, seringkali seorang perempuan dihadapkan dengan berbagai tantangan, terutama karena kurangnya dukungan yang seharusnya didapatkan dari lingkungan terdekatnya, yaitu suami ataupun keluarga terdekat seperti nenek dan kakek bayi.

Berbagai penelitian menunjukkan, kalangan ibu menyusui yang mendapatkan dukungan penuh dari suami dan keluarga memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan ibu menyusui dengan suami dan keluarga yang tidak terlalu membantu dalam merawat si kecil.

Lalu, bagaimana bentuk dukungan yang diharapkan seorang ibu menyusui? Apa saja dampak kesehatan bayi dan ibu menyusui jika tidak mendapat dukungan besar dari suami atau keluarga terdekatnya?

Manfaat pemberian ASI bagi bayi menurut Dr. Ir. Judhiastuty Februhartanty, MSc, dari SEAMEO RECFON sangatlah luas. Sebuah review menggambarkan, manfaat menyusui baik untuk bayi, baik untuk ibunya, dan baik untuk negara.

Mengutip keterangan yang belum lama dirilis Kementerian Kesehatan RI, Dr. Judhi menjelaskan manfaat ASI bagi negara karena bisa membentuk sumber daya manusia yang unggul. Dengan ASI kita mempersiapkan masyarakat Indonesia yang sehat, sebab dari sejak bayi sudah dilindungi dengan properti, zat enzim penting dan zat imunitas juga, yang melindungi bayi untuk tumbuh kembang sesuai potensi yang dimiliki.

Selanjutnya Dr. Judhi menyatakan, menyusui bagi ibu juga bisa mengurangi faktor terkena kanker. Berbagai sumber kanker bisa dikurangi dengan adanya praktik menyusui. Bagi keluarga kaitannya dengan faktor ekonomi. Dengan meyusui tidak perlu lagi keluar biaya yang besar untuk pembelian susu formula.

Banyak mitos yang menyatakan bahwa sebenarnya pemberian ASI saja tidak cukup untuk tumbuh kembang bayi. Masih perlu ada makanan pendamping agar bayi tumbuh dengan baik. Ada juga anggapan bahwa seorang ibu yang menyusui akan terganggu organ payudaranya. Mitos yang beredar di masyarakat ini sangat menghambat masyarakat untuk bisa mempraktikan pemberian ASI dengan baik. Banyak masyarakat yang menganggap bahwa bayi usia 0-6 bulan itu tidak bisa hanya diberi ASI. Kebiasaan masyarakat di masa lalu yang membuat pemahaman ini keliru.

Apa fakta sebenarnya tentang ASI dan menyusui? Simak selengkapnya di KBR Prime, Spotify dan youtube Berita KBR.

Baca juga: Waktu Indonesia Sehat: Makanan Sehat untuk Mencegah Stunting - kbr.id

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending