
Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental semakin meningkat, terutama di kalangan generasi muda. Namun, stigma terhadap gangguan kesehatan mental masih kerap menjadi penghalang bagi banyak orang untuk mengakui dan mencari bantuan saat sedang menghadapi masalah psikologis.
Di sisi lain, kemudahan akses informasi tidak selalu menjadi solusi. Banyak remaja yang justru berujung pada self-diagnosis dan overthinking akibat informasi yang tidak tepat dari internet. Padahal, masa remaja adalah masa yang rawan, terutama saat mereka menghadapi tekanan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.
Zela Dwi Ratnasari, Ketua Yayasan Persembahan untuk Cinta, berbagi perspektif mengenai menjaga kesehatan mental remaja dan pentingnya membangun mekanisme coping yang sehat. Simak pemaparan lengkapnya hanya di Podcast Perspektif Baru.
Komentar
Loading...

