Share This

Janji Tak Biasa

Di Amerika dan Australia, energi terbarukan sudah jadi materi kampanye politik. Dan di Denmark, energi angin adalah sumber energi termurah.

EDITORIAL

Senin, 09 Apr 2018 09:27 WIB

Ilustrasi: Energi terbarukan

Ilustrasi: Energi terbarukan

Dari Kalimantan Barat, salah satu calon pasangan yang akan berlaga di Pilkada tahun ini memilih janji berbeda: mendorong pembangunan energi terbarukan. Secara politis, ini jelas langkah tak biasa karena umumnya calon kepala daerah menebar janji di isu populis; kesejahteraan, lapangan pekerjaan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur atau pemekaran wilayah. Soal energi, meski sangat penting, jarang dilirik sebagai bahan kampanye.

Dewan Energi Nasional beberapa kali mendorong pemerintah meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan. Sebab target pemanfaatan Energi Terbarukan yang 10,4 persen saja tak kunjung tercapai. Padahal pada 2025 diharapkan pemanfaatannya bakal sampai 23 persen.

Sementara itu, laporan Global Subsidies Intiatives menunjukkan kalau Indonesia mesti punya kebijakan baru jika ingin mencapai target. Sebab di lapangan seperti tidak ada langkah serius untuk transisi ke energi terbarukan. Misalnya, masih ada subsidi untuk bahan bakar fosil seperti batubara. Sementara PLN belum punya banyak pengetahuan untuk mendorong transisi ini. Dunia membuktikan energi terbarukan itu investasi yang sungguh penting. Di Amerika dan Australia, energi terbarukan sudah jadi materi kampanye politik. Dan di Denmark, energi angin adalah sumber energi termurah. Indonesia punya sumber yang jauh lebih banyak dan potensi yang lebih besar - angin, surya, biomassa, sampai panas bumi.

Ketika soal energi menjadi janji politik, ini menguntungkan kita. Sebab janji politik calon terpilih bisa dibahas dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Yang artinya, bisa ditagih, dikawal dan diawasi bersama. Publik perlu terus mendorong calon pemimpinnya untuk berani masuk ke isu yang mungkin tak populer dan tak segera terasa, tapi penting bagi masa depan rakyat. Karena di situlah kualitas seorang pemimpin diuji. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.