Nada Sumbang Jelang Debat

Dalam riuh suara para pendukung masing-masing paslon, nada sumbang muncul. Ada yang meragukan visi-misi kedua pasangan calon bakal mampu menjawab permasalahan HAM.

OPINI , EDITORIAL

Kamis, 17 Jan 2019 00:52 WIB

Author

KBR

Persiapan Debat Capres Perdana 2019

Debat pertama capres-cawapres Pilpres 2019 mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).

Malam nanti satu fase penting dalam rangkaian pesta demokrasi bakal dimulai; debat capres-cawapres.  Jutaan pasang mata bakal menyaksikan, mendengar dan menilai bagaimana mereka mengadu ide dan gagasan. Sejumlah tema untuk sesi perdana debat telah disiapkan penyelenggara pemilu. Salah satunya bakal bicara soal Hak Asasi Manusia. Tema ini cukup menyedot perhatian publik.

Dalam riuh suara para pendukung masing-masing paslon, nada sumbang muncul. Ada yang meragukan visi-misi kedua pasangan calon bakal mampu menjawab permasalahan HAM. Lainnya berpendapat paslon bakal canggung membicarakan isu itu secara terbuka sehingga debat bakal terasa adem-adem saja.

Pesimis ini tentu ada sebab. Kita tahu di ujung pemerintahannya Joko Widodo belum bisa penuhi janji politik menyelesaikan kasus HAM berat masa lalu seperti yang tertuang dalam Nawacita. Bahkan di era kepemimpinannya pula, Jaksa Agung mengembalikan sembilan berkas pelanggaran HAM yang telah diselidiki Komnas HAM . Belum lagi catatan dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di balik masifnya pembangunan proyek infrastruktur sepanjang waktu ini. Sementara capres satunya, juga diragukan. Prabowo Subianto  diduga terlibat pelanggaran HAM masa lalu. Penculikan dan penghilangan paksa sejumlah aktivis pada 1997-98.

Kekhawatiran soal debat yang bakal jadi sekadar ajang basa-basi wajib dijawab oleh paslon dengan konkrit; ke mana arah dan cara menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM, khususnya pelanggaran HAM berat. Sebab publik bosan dengan visi misi berbingkai kalimat indah yang kerap digantung jauh di atas langit. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Aktif di Dunia Maya, Perempuan Rentan Radikal

Mau Lawan Bullying? Mari Kembali ke Keluarga

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17