Kasus Naik, Hotel Fasilitas Isolasi di Cilacap Terisi Puluhan Pasien Klaster Keluarga

"Semuanya dari klaster rumah tangga. Ada perawat yang piket 24 jam, tiga sif, jadi termonitor terus,”

RAGAM | NUSANTARA

Kamis, 03 Des 2020 13:44 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Kasus Naik,  Hotel Fasilitas Isolasi di Cilacap Terisi Puluhan Pasien Klaster Keluarga

KBR, Cilacap-   Hotel di Kabupaten Cilacap yang dipersiapkan sebagai fasilitas isolasi atau karantina mulai terisi pasien. Sejak beroperasi pada Senin (30/12/2020), pada Kamis (23/12/2020) ini, jumlah pasien sudah mencapai 23 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi mengatakan, pasien adalah orang tanpa gejala (OTG). Mereka dikategorikan sebagai pasien risiko rendah gejala Covid-19. Pasien didominasi oleh klaster keluarga.

Meski berisiko rendah gejala Covid-19, Pramesti mengklaim, Dinkes tetap mempersiapkan petugas dan peralatan medis lengkap untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu kondisi pasien memburuk. Tenaga medis dibagi menjadi shift dan berjaga sepanjang 24 jam.

“Tadi pagi itu, 23 orang. Itu dari kecamatan yang angkanya tinggi-tinggi itu. Antara lain, tiga kecamatan di wilayah Kota. Ada Kroya, Jeruklegi, Sampang. Semuanya dari klaster rumah tangga. Ada perawat yang piket 24 jam, tiga sif, jadi termonitor terus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi.

Pemkab Cilacap menyediakan satu hotel berkapasitas 63 kamar sebagai fasilitas isolasi pasien Covid-19. Pasien yang menjalani isolasi adalah mereka yang tanpa gejala atau OTG.

Pada Kamis (3/12/2020), jumlah kasus Covid-19 di Cilacap mencapai 2.238 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.459 pasien dinyatakan sembuh dan 63 lainnya meninggal dunia. Adapun jumlah kasus aktif mencapai 716 orang.

Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua wali kota dan bupati di daerahnya menyiapkan fasilitas isolasi mandiri Covid-19 terpusat. Fasilitas itu tidak hanya digunakan untuk mengantisipasi klaster libur akhir tahun. Melainkan juga untuk penanganan Covid-19 secara reguler di Jateng.

"Dan seluruh kabupaten/kota sebelum tanggal 9 (Desember) harus sudah menyampaikan kepada Gubernur tempat-tempat mana yang akan dipakai sebagai tempat isolasi terpusat itu," kata Ganjar kepada KBR melalui sambungan telepon, Rabu (2/12/2020) sore.

Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang disorot oleh Presiden Joko Widodo terkait tren penambahan kasus Covid-19. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, tren penambahan kasus di Jateng dalam beberapa hari terakhir meningkat. Pada Rabu 2 Desember, Jateng menjadi provinsi kedua penyumbang kasus terbanyak setelah DKI Jakarta, yakni dengan 944 kasus.



Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah