covid-19

Antisipasi Klaster Sekolah, Banyuwangi Tes Usap Acak Ribuan Siswa

"Tes usap acak terus dilakukan sampai target sasaran dari tiga jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP dan SMA terpenuhi,"

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 04 Nov 2021 15:42 WIB

Antisipasi Klaster Sekolah, Banyuwangi Tes Usap Acak Ribuan Siswa

ilustrasi pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah. (Foto: Antara)

KBR, Banyuwangi - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, Jawa Timur, melakukan tes usap virus korona berbasis antigen secara acak kepada siswa SD, SMP dan SMA di kabupaten itu.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, Widji Lestariono mengatakan, tes usap antigen terhadap siswa ini gencar dilakukan untuk mengantisipasi munculnya klister Covid-19 di sekolah.

"Siswa yang menjalani tes usap diambil dari beberapa kelas di setiap sekolah dengan jumlah yang berbeda. Ada yang diambil satu siswa setiap sekolah, ada juga sekolah yang siswanya diambil lebih banyak untuk menjalani tes," katanya kepada KBR di Banyuwangi, Kamis (4/11/2021).

Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi menyediakan 3 ribu antigen kit untuk mengetes siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Banyuwangi.

"Tes usap acak terus dilakukan sampai target sasaran dari tiga jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP dan SMA terpenuhi," kata Widji.

Saat ini sudah ada 1.500 atau 50 persen dari sasaran pelajar di Banyuwangi yang telah divaksin.

Berita lainnya:

Widji Lestariono mengungkapkan, hasil pemeriksaan tes usap antigen ini nantinya akan dijadikan evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Banyuwangi.

"Setelah tes usap acak mencapai 100 persen, Satgas akan melihat sejauh mana efektivitas pelaksanaan PTM. Jika ada temuan kasus positif, akan ada dua kemungkinan yang akan diterapkan di sekolah," jelasnya.

Salah satunya, tambah Widji, sekolah akan diminta mengurangi kuota siswa yang ikut PTM terbatas.

"Jika sebelumnya, 50 persen siswa yang diperbolehkan masuk, maka kuota tersebut bisa diturunkan Kembali," katanya.

Selain itu sekolah tetap menerapkan 50 persen dari jumlah siswa akan tetap harus menerapkan prokes yang ketat, imbuh Widji.

Hingga saat ini belum ditemukan infeksi covid-19 dari klaster sekolah di Banyuwangi.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

UU Cipta Kerja Bermasalah, Formil dan Materiil

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17