Share This

Masifnya Pembangunan Diduga Sebabkan Banjir Bandang di Banyuwangi

Hasil kajian sementara, terjadi penyempitan daerah aliran di sepanjang sungai Badeng yang disebabkan maraknya pembangunan.

BERITA , NUSANTARA

Senin, 26 Nov 2018 15:27 WIB

Masifnya Pembangunan Diduga Sebabkan Banjir Bandang di Banyuwangi

Guru bersama warga bergotong royong membersihkan tanah yang yang menerjang ruang kelas akibat longsor di MTs. Nahdlatuth Thullaab, Desa Jelun, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (26/11/2018). (Foto: Antara/Budi Candra)

KBR, Banyuwangi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Jawa Timur menyebut masifnya pembangunan di sepanjang bantaran sungai menjadi salah satu penyebab banjir bandang pada Minggu (25/11/2018).

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banyuwangi Eka Muharram mengatakan, berdasarkan hasil kajian sementara, terjadi penyempitan daerah aliran di sepanjang sungai Badeng akibat maraknya pembangunan. Warga bahkan tidak segan mendirikan bangunan di atas sungai.

Dampaknya, sungai kian dangkal dan menyempit sehingga daya tampung terhadap air pun berkurang. 

"Sebenarnya kalau sesuai aturan jarak boleh mendirikan bangunan dari bibir sungai harus 15 meter. Kalau sekarang banyak yang mepet ke sungai bahkan mengambil wilayah sungai. Itu yang sering menimbulkan persoalan sehingga ada penyempitan sungai," papar Eka Muharram di Banyuwangi, Senin (26/11/2018).

"Jelas ketika ada banyak perumahan di pinggir sungai itu ada sampah, itu yang menimbulkan pendangkalan. Itu yang menimbulkan dan memicu terjadinya banjir," tambah Eka.

Ia melanjutkan, kondisi ini harus segera dibenahi sebelum sungai kehilangan daya tampung. Eka pun berharap, Pemerintah Banyuwangi menormalisasi sungai dan bantaran sungai yang dijadikan pemukiman. Ini dilakukan untuk meminimalisir risiko banjir dan longsor saat debit air sungai tinggi.

Sementara banjir bandang yang menerjang Kabupaten Banyuwangi pada Minggu (25/11/2018) itu juga berdampak pada krisis air bersih di sejumlah daerah. Karena itu, Polres Banyuwangi membantu distribusi air bersih ke beberapa desa di antaranya Desa Alas Malang, Desa Geladag dan Desa Bubug. 

Kapolres Banyuwangi, Taufik Herdiansyah Zainadi mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan karena masyarakat di daerah terdampak kesulitan mencukupi kebutuhan air bersih. Berdasarkan laporan, air bersih dari saluran pipa PDAM Banyuwangi belum bisa digunakan lantaran airnya keruh dan tidak layak dikonsumsi.

"Sifatnya membantu untuk proses itu bisa berlangsung dengan cepat, karena itu akses utama jalan penghubung antara Banyuwangi dengan Jember. Jadi kami tadi menggunakan sarana yang kita miliki yaitu berupa AWC. Di situ bisa prosesnya pembersihan walaupun mungkin dari BPBD ada juga dari Damkar nanti kita bisa pergunakan. Mungkin kepentingan masyarakat lain disana bisa kita penuhi," kata Taufik Herdiansyah. 

Ia mengatakan, Polres Banyuwangi akan terus membantu pendistribusian air bersih selama masyarakat masih kesulitan akses. Polres juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait jika dirasa distribusi air bersih perlu ditambah.

Banjir bandang kembali menerjang Desa Alas Malang, Kecamatan Singgojuruh, Kabupaten Banyuwangi Minggu siang. Akibat peristiwa ini, akses jalan raya Genteng sempat tertutup. Hingga berita ini ditulis, BPBD bersama Kepolisian, TNI dan Relawan tengah membersihkan material lumpur yang menutup akses jalan. Targetnya, Senin (26/11/2018) ini jalan raya Genteng bisa kembali dibuka.

Selain menutup akses jalan, banjir bandang ini menyebabkan dua rumah hanyut dihantam banjir serta 50 rumah serta fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan. Beberapa bulan lalu, banjir serupa juga terjadi di Banyuwangi. Kala itu, Banjir terjadi didahului longsor dari lereng Gunung Raung.

Editor: Friska Kalia

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.