Bagikan:

4 Ribu Hewan Ternak di Jabar Masih Terpapar PMK

Itu kebanyakan sapi perah, di angka di atas seribu ekor. Kemudian di Sumedang, Indramayu, Tasikmalaya, Kuningan, itu yang masih tinggi angkanya di atas 200 ekor,"

NUSANTARA

Selasa, 04 Okt 2022 12:36 WIB

4 Ribu Hewan Ternak di Jabar Masih Terpapar PMK

identifikasi hewan ternak yang telah divaksinasi usai terpapar PMK, Selasa (14/6/22). (Foto: Antara/Umarul Faruq)

KBR, Bandung - Sebanyak 4 ribu ekor hewan ternak di Provinsi Jawa Barat masih terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat M. Arifin Soedjayana, jumlah ternak yang terpapar itu menurun dari semula 50 ribu ekor.

"Jadi tingkat kesembuhan kita sudah 80 persen. Kalau yang sekarang gede (tinggi jumlah kasus PMK, red) di Kabupaten Bandung. Itu kebanyakan sapi perah, di angka di atas seribu ekor. Kemudian di Sumedang, Indramayu, Tasikmalaya, Kuningan, itu yang masih tinggi angkanya di atas 200 ekor," katanya ketika dihubungi dari Bandung, Selasa (4/10/2022)

Arifin menjelaskan, terdapat 8 kabupaten dan kota Provinsi Jawa Barat yang telah bebas dari kasus PMK.

"Di antaranya di Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Pangandaran," katanya.

Berita terkait:

Arifin mengatakan, sekitar 170 ribu dosis vaksin PMK yang telah disuntikkan ke puluhan ribu hewan ternak.

"Setelah enam bulan divaksin dosis dua, kita akan melakukan booster. Itu baru di sapi perah dan potong. Kita belum ke domba, kambing. Kalau kerbau, sudah ada beberapa," ungkapnya.

Arifin menambahkan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar juga akan kembali melakukan vaksinasi PMK.

"Saat ini tinggal menunggu pengiriman vaksin berikutnya," katanya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar menyatakan, dari 50 ribu hewan ternak yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku, 36 ribu hewan sembuh, 10 ribu hewan mati, serta 4 ribuan masih terpapar.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Most Popular / Trending