Krisis Air, Anak Sekolah di Rembang pun Kesulitan Buang Air

Di sekolah PAUD dan madrasah di Desa Pasar Banggi–Rembang, misalnya. Tiap kali ada siswa ingin buang air, mereka memilih pulang ke rumah.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 15 Okt 2015 12:00 WIB

Author

Musyafa

Krisis Air, Anak Sekolah di Rembang pun Kesulitan Buang Air

Petugas PDAM menyalurkan air bersih ke sekolah-sekolah. Musim kemarau panjang menyebabkan sumur-sumur di sekolah kering. (Foto: Musyafa/KBR)

KBR, Rembang – Puluhan sekolah di Kabupaten Rembang Jawa Tengah kekurangan cadangan air, karena sumur-sumur mengering.

Kondisi ini secara tidak langsung mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Di sekolah PAUD dan madrasah di Desa Pasar Banggi–Rembang, misalnya. Tiap kali ada siswa ingin buang air, mereka memilih pulang ke rumah.

Salah satu guru PAUD Desa Pasar Banggi-Rembang, Nanik Rusati mengatakan terkadang guru membawa air dari rumah, sekadar untuk cuci tangan murid-muridnya.

Sekolah pun mengajukan bantuan air kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang.

"Sumber airnya kurang sehingga kesulitan. Sering kita ambil air dari rumah, ketika ada siswa mau BAB. Sumur sih ada, tapi kering. Dengan adanya bantuan, sangat meringankan. Syukur kalau bisa rutin," jelasnya kepada KBR, hari Kamis (15/10).

Sekarang ini dari 294 desa/kelurahan di Kabupaten Rembang, sudah 70-an desa mengajukan bantuan air bersih.

Kepala Seksi Logistik BPBD Rembang, Ahmad Makruf mengatakan anggaran dropping air Rp270 juta pada ABPD induk sudah habis. Saat ini BPBD mengajukan tambahan anggaran di APBD Perubahan sebesar Rp60 juta atau setara dengan 307 tangki air bersih.

Dana tersebut cukup untuk dropping air sampai akhir bulan Oktober ini.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat