Gara-gara Internet, Daerah Kesulitan Laksanakan Program Indonesia Pintar

Sekolah di Cilacap, terutama di daerah pelosok banyak yang terlambat mengusulkan nama siswa penerima PIP lantaran seluruh usulan menggunakan aplikasi berbasis online atau lewat internet.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 06 Okt 2015 16:21 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Gara-gara Internet, Daerah Kesulitan Laksanakan Program Indonesia Pintar

Program Indonesia Pintar sebelumnya bernama program Bantuan Siswa Miskin (BSM). (Foto: pendis.kemenag.go.id)

KBR, Cilacap – Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah kesulitan melaksanakan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) atau sekarang disebut Program Indonesia Pintar (PIP).

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Cilacap, Sumiyati mengatakan sekolah di Cilacap, terutama di daerah pelosok banyak yang terlambat mengusulkan nama siswa penerima PIP lantaran seluruh usulan menggunakan aplikasi berbasis online atau lewat internet.

Sumiyati mengatakan, yang jadi masalah belum seluruh wilayah Cilacap terdapat jaringan internet.

Akibat keterlambatan pengusulan, Dinas Pendidikan Cilacap musti mengusulkan siswa penerima PIP di gelombang kedua.

Masalah paling fatal muncul saat pencairan PIP di gelombang kedua. Siswa penerima dana PIP, telah lulus dari sekolah tersebut sehingga dana PIP tersebut terpaksa dikembalikan ke pusat.

"Pencairannya atau yang terealisasi di SK itu belum seluruh siswa yang kami usulkan. Baru sebagian saja. Sehingga kami mengusulkan yang tahap kedua yang belum ter-cover di SK tahap pertama. Cuma ada kendala, kadang BSM atau PIP itu keluar (dicairkan) setelah siswa yang bersangkutan tersebut sudah lulus. Dana tersebut tidak bisa dicairkan dan tidak bisa dialihkan ke yang lainnya karena sudah ‘by name’ rekening siswa tersebut," kata Sumiyati, Selasa (6/10).

Di Cilacap terdapat 64 SMK dan 42 SMA, dengan jumlah siswa mencapai 53 ribu lebih. Lebih kurang 10 ribu diantaranya adalah penerima PIP.

Sumiyati mengatakan persoalan yang terjadi di pendidikan tingkat menengah, baik SMK maupun SMA, juga banyak terjadi di tingkat pendidikan dasar.

Editor: Agus Luqman   

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Ada yang Tahu Sosok Alfred Russel Wallace?

Terkait Aksi Bom Bunuh Diri di Markas Polisi

Kabar Baru Jam 15

Pemprov Jatim Minta Masyarakat Waspadai Dugaan Penipuan Seleksi CPNS