Bagikan:

Uji Coba 5 Hari Sekolah untuk SDN Dimulai di Banyumas

Program lima hari sekolah diterapkan berdasarkan aspirasi dari guru dan wali murid.

NUSANTARA

Senin, 01 Agus 2022 17:39 WIB

Uji Coba 5 Hari Sekolah untuk SDN Dimulai di Banyumas

Ilustrasi: uji coba program 5 hari sekolah untuk SDN di Cilacap, mulai Senin, 1 Agustus 2022. Foto: KBR/Erwin Jalaluddin

KBR, Banyumas– Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menguji coba program 5 hari sekolah untuk sekolah dasar negeri (SDN) di sana mulai hari ini, Senin, 1 Agustus 2022. Uji coba akan digelar selama tiga bulan, yaitu mulai Agustus hingga Oktober 2022.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Irawati mengatakan program lima hari sekolah diterapkan berdasarkan aspirasi dari guru dan wali murid.

"Aspirasi dari beberapa orang tua dan guru. Tapi, tidak ujug-ujug saya langsung melaksanakan uji coba, atau saya putuskan seperti ini," kata Irawati, Senin, (1/8/2022).

Kata dia, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), guru harus memenuhi jam kerja per pekan, sehingga pemberlakuan lima hari sekolah dilakukan dengan penambahan jam sekolah. Sementara, wali murid menginginkan jam kepulangan siswa disesuaikan dengan jam kerja orang tua.

Baca juga:

74 Siswa Terpapar Covid-19 di Cilacap, Dinas Pendidikan: Bukan Klaster PTM Sekolah

Karena itu, dalam praktiknya selama masa percobaan, tiap sekolah akan menambah satu jam pelajaran. Dia mencontohkan, siswa kelas 1 dan kelas 2 yang biasanya pulang pukul 10.00 WIB akan pulang pukul 11.00 WIB.

Sedangkan, siswa kelas 3-6 yang biasanya pulang pukul 12.00 WIB akan pulang pukul 13.00 WIB. Sementara ekstra-kurikuler akan dilakukan setelah jam pelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Irawati mengklaim, pelaksanaan uji coba 5 hari sekolah ini dilakukan setelah para kepala sekolah diminta untuk menganalisis dampak program tersebut, termasuk melakukan survei kepada orang tua siswa.

"Saya minta untuk teman-teman K3S atau kepala sekolah SD itu, persatuannya itu untuk membahas dan menganalisis. Pastinya kan harus menganalisisnya, itukan dari positif dan negatifnya. Dan survei kepada masyarakat, melalui orang tua siswa,” katanya.

Irawati menambahkan, saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas masih melakukan pemantauan program 5 hari sekolah tersebut.

Sebab, ada juga suara keberatan yang muncul dari kelompok masyarakat, salah satunya berasal dari para pengelola madrasah diniyah dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Dia berjanji dinas pendidikan akan menyerap aspirasi masyarakat dalam pelaksanaan uji coba ini.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

RAPBN 2023, Penanganan Pandemi Tak Lagi Jadi Prioritas?

Most Popular / Trending