KPU Balikpapan Tepis Isu Adanya Pasangan Boneka

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Toha mengatakan pihaknya belum melihat indikasi adanya pasangan boneka yang hanya untuk memenangkan pasangan tertentu.

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 02 Agus 2015 15:34 WIB

Author

Teddy Rumengan

KPU Balikpapan Tepis Isu Adanya Pasangan Boneka

Ilustrasi Pilkada. Foto: Antara

KBR, Balikpapan– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan menepis isu adanya pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota boneka atau pasangan yang sengaja ikut maju hanya untuk memecah suara dan memuluskan kemenangan pasangan calon tertentu.

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Toha mengatakan, dari lima pasangan yang mendaftar, dua dari jalur perseorangan dan tiga diusung partai politik. Sehauh ini dirinya mengaku belum melihat indikasi adanya pasangan boneka tersebut.

Kata dia, hingga kini KPU Balikpapan masih yakin dan optimis lima pasangan calon yang mendaftar tersebut sama-sama punya keinginan yang sama yakni meraih kemenangan dan menjadi walikota dan wakil walikota.

"Jadi kalau melihat konstelasi politik yang sama-sama kita saksikan dan ada lima pasangan calon. Kalau ada lima pasangan calon rasanya kalau yang disebut calon boneka itu definisinya saya juga jelas, tapi Balikpapan Insya Allah tidak, semua fair. Semua punya keinginan yang sama mensukseskan dan memenangkan pemilukada,” kata Noor Toha, Minggu (2/8/2015).

Noor Toha menambahkan lima pasangan calon yang mendaftar belum ditetapkan menjadi bakal calon walikota dan wakil walikota walikota Balikpapan. Penetapan calon akan dilaksanakan pada 24 Agustus dilanjutkan pengambilan nomor undian 25 Agustus dan kampanye pada 27 Agustus.

Lima pasangan yang telah mendaftar yakni pasangan Rizal Effendi – Rahmad Mas’ud diusung Demokrat, PDIP, Nasdem dan PAN.  Pasangan Heru Bambang – Sirajuddin Mahmud diusung Gerinda, Hanura, PKS dan PBB. Lalu Pasangan Andi Burhanuddin Solong – Abdul Hakim Rauf diusung Golkar. Dua pasangan yang mendaftar melalui jalur perseorangan yakni Abdul Hakim dan Wahidah. Kemudian pasangan Achdian Noor - Abriantinus 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Arah Kebijakan Ekonomi Kabinet Baru Jokowi

Kabar Baru Jam 10

Gubernur Anies Enggan Komentari Rencana Kenaikan UMP 8,51 Persen Menjadi Rp4,2 juta