Bagikan:

Jemput Paksa DPO Pencabulan, Polda Jatim Geledah Ponpes Shiddiqiyyah

Dalam penggerebekan ini sebanyak 3 truk massa pendukung MSA ditangkap dan dibawa ke Mapolres Jombang, Jawa Timur.

NUSANTARA

Kamis, 07 Jul 2022 12:24 WIB

Jemput Paksa DPO Pencabulan, Polda Jatim Geledah Ponpes Shiddiqiyyah

Suasana penggerebekan MSA di Ploso Jombang, Jawa Timur, Kamis, 07 Juli 2022. Foto: KBR/Muji Lestari

KBR, Jombang- Polisi menggerebek lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah Ploso Jombang, untuk menjemput paksa MSA alias Moch Subchi Azal Tsani, DPO (Daftar Pencarian Orang) kasus pencabulan, Kamis, 07 Juli 2022.

Dalam penggerebekan ini sebanyak 3 truk massa pendukung MSA ditangkap dan dibawa ke Mapolres Jombang, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Polisi Dirmanto mengatakan ratusan orang itu terindikasi ikut menghalangi petugas saat akan menangkap MSA. Selain santri, mereka juga merupakan sukarelawan pendukung MSA dari luar kota.

"Kami sudah angkut 3 truk ya, belum kita data jumlahnya. Nanti akan kita data ke Polres akan kita periksa semua, perkembangan akan kami sampaikan. Salah satunya yang menghalangi, sama sukarelawan dari luar kota, masih kita data di polres," katanya, Kamis, (07/7/2022).

Baca juga:

Selanjutnya, polisi akan memilah peran mereka masing-masing. Selain itu, saat ini upaya mencarian MSA masih dilakukan. Massa pendukung yang berada di dalam lingkungan pondok juga masih disisir petugas.

"Upaya penggeledahan masih kami lakukan, kami sisir kamar, ruangan kita periksa, mudah-mudahan dalam waktu dekat kami temukan orangnya," tandasnya.

Upaya jemput paksa ini melibatkan ratusan personel gabungan dari Polda Jawa Tjmur dan Polres Jombang. Jalur penghubung Jombang-Lamongan ditutup sementara. Jalur ini berada persis di depan Ponpes Shiddiqiyyah Ploso Jombang.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending