Banjir Cilacap, Ratusan Keluarga Mengungsi & Ratusan Hektar Padi Siap Panen Rusak

Kecamatan Kawunganten dan Bantarsari mengalami kondisi terparah akibat bencana banjir ini.

BERITA , NUSANTARA

Sabtu, 30 Jul 2016 17:04 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Banjir Cilacap, Ratusan Keluarga Mengungsi & Ratusan Hektar Padi Siap Panen Rusak

Rumah terendam di Desa Rawajaya Kecamatan Bantasari, Cilacap. (Foto: Pemerintah Desa Rawajaya)

KBR, Cilacap – Hujan deras sepanjang dua hari terakhir menyebabkan empat kecamatan di Cilacap, Jawa Tengah diterjang banjir. Kecamatan Kawunganten dan Bantarsari mengalami kondisi terparah akibat bencana ini.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan di Kawunganten, banjir menyebabkan 386 keluarga di Desa Kalijeruk mengungsi. Selain itu banjir juga menyebabkan 132 hektar padi siap panen rusak.

"Sawah yang terendam air 132 hektar. Kalau yang Bantsarsari itu terendam banjir tapi sudah panen. Kalau yang di Kawunganten itu 132 hektar baru mau panen minggu ini dan minggu depan. Padinya rusak karena terendam air," jelas Komara di Cilacap, Sabtu (30/7/2016).

Dia pun melanjutkan, air banjir juga merendam permukiman warga dan lahan pertanian di Desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari. Kini kata dia, banjir mulai surut. Namun, sebagian pengungsi masih bertahan di pengungsian.

Kepala UPT BPBD Cilacap 3, Agus Sudaryanto pun menjelaskan, sebagian wilayah yang terendam di Desa Rawajaya berangsur surut. Namun, sejumlah titik permukian masih terendam air. Untuk itu, kata Agus, hari ini (Sabtu, 30/7/2016) BPBD Cilacap membuka Posko kesehatan dan dapur umum di Desa Rawajaya. Selain itu pihaknya juga mengirim bantuan logistik ke pengungsian, seperti terpal, karpet, makanan, serta obat-obatan.

BPBD menyatakan belum menghitung seluruh kerugian akibat banjir. Kendati tak menimbulkan korban jiwa, diperkirakan banjir tersebut menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

"Perkembangan data berubah-ubah sehingga kita harus hitung ulang. Jumlah kerugian nanti menyusul," jelas Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara.

Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Badai Mirinae di perairan Vietnam dan tekanan rendah di barat daya Samudera Hindia  menyebabkan angin kencang dan lebat yang cenderung ekstrim. Gelombang tinggi dilaporkan juga terjadi di perairan Selatan Jawa.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Zero Waste, Ubah Salak Jadi Aneka Rupa

Zero Waste, Ubah Salak Jadi Aneka Rupa

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18