Lebaran, Bahaya Kebakaran Mengancam Balikpapan

Dalam beberapa tahun terakhir, hingga kini kebakaran selalu mengancam masyarakat Balikpapan.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 15 Jul 2015 09:35 WIB

Author

Teddy Rumengan

Lebaran, Bahaya Kebakaran Mengancam Balikpapan

Simulasi pemadam kebakaran. Foto: Antara

KBR, Balikpapan – Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengingatkan warganya agar berhati-hati dengan bahaya kebakaran mengancam. Pasalnya, kebakaran selalu mengancam masyarakat Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir ini.

Dia juga mengimbau, warga Balikpapan yang mudik ke kampung halaman agar mengecek dulu kondisi  rumah yang akan ditinggalkan. Misalnya mencabut selang gas maupun mematikan aliran listrik yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran.


“Yang pertama kita akan evaluasi, pertama saya minta petugas siaga karena ada kritik dari masyarakat katanya tidak siap, akan kita evaluasi. Kedua masyarakat harus hati-hati karena ini kesibukkan kita menyambut lebaran biasanya membuat kita lupa atau lalai,” kata Rizal Effendi, Kamis (15/7/2015). 

Rizal juga meminta petugas pemadaman kebakaran maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar selalu siaga. Sehingga ketika terjadi kebakaran saat musim panas yang terjadi beberapa pekan terakhir dapat langsung diantisipasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kebakaran kerap terjadi di Balikpapan, khususnya saat ramadhan ataupun menyambut lebaran. Setidaknya sudah puluhan kepala keluarga di Balikpapan yang harus kehilangan tempat tinggal karena rumahnya terbakar pada ramadhan tahun ini.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja