Belajar Kelola Sampah dari Balikpapan

Demi pertahankan Adipura, Perda Sampah tengah direvisi dengan cara mengatur jam warga bisa buang sampah ke TPS.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 10 Jun 2019 15:17 WIB

Author

Teddy Rumengan

Ilustrasi: sampah di Tempat Penampungan Sementara (Foto: Antara)

Ilustrasi: sampah di Tempat Penampungan Sementara (Foto: Antara)

KBR, Balikpapan – Kota Balikpapan sudah 15 tahun meraih Piala Adipura, suatu penghargaan bagi daerah yang mampu mengelola kebersihan dan lingkungan perkotaan secara berkelanjutan. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Suryanto mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk mempertahankan Piala Adipura adalah dengan merevisi Perda tentang sampah. Targetnya, Perda rampung tahun ini. 

Revisi Perda Sampah akan mengatur soal jam waktu buang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Jadwal yang semula adalah dari pukul 18.00-06.00 WITA, menjadi pukul 18.00-24.00 WITA alias dipangkas 6 jam. 

Pemangkasan itu dimaksudkan supaya lewat tengah malam, petugas kebersihan mulai mengangkut sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan begitu, di pagi hari, TPS sudah bersih dan tidak menimbulkan bau lagi. 

Sebelumnya sampah di TPS baru diangkut setelah pukul 06.00 wita, ketika masyarakat memulai aktifitas. Akibatnya, masih sering terlihat sampah berhamburan di TPS dan menimbulkan bau menyengat. 

“Harapan kita supaya pagi tidak ada aktifitas sampah, baik yang menumpuk di TPS maupun yang diangkut oleh truk-truk DLH. Jadi kota ini benar-benar bersih dari sampah, malam kita lakukan (angkut sampah). Harapan kami kalau masyarakat bisa disiplin jam 12 paling lama buang sampah, mulai jam 1 malam truk DLH angkat pagi sudah bersih,” ujar Suryanto, Senin (10/06/2019). 

Saat ini Perda masih direvisi, namun sosialisasi soal perubahan waktu buang sampah sudah dilakukan sejak 2-3 bulan terakhir. Wali Kota Balikpapan juga sudah mengeluarkan surat edaran terkait perubahan ini. Sosialisasi juga terus digencarkan sampai ke warga, mulai dari tingkat RT sampai keluarahan sehingga masyarakat terbiasa dengan perubahan jam tersebut. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18