Gelombang Tinggi, Harga Ikan Melambung 100 Persen di Muko-muko

"Seperti ikan Gebur dan ikan Terusan tidak pernah lagi didapat kalau pun ada sangat mahal."

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 10 Jun 2016 18:58 WIB

Author

Bambang Irawan

Gelombang Tinggi, Harga Ikan Melambung 100 Persen di Muko-muko

Ilustrasi (Antara)

KBR, Muko-muko-  Sejak pekan lalu sejumlah  ikan laut langka di  Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. Penyebabnya ratusan nelayan setempat tak dapat melaut lantaran  efek dari angin kencang dan ombak besar di perairan laut barat sumatera.

Warga desa Retak Mudik kecamatan Sungai Rumbai,   Ibu Rani, mengatakan ketersediaan ikan laut sangat langka dan sulit didapat. Kalau pun ikannya ada harganya sangat mahal.

“Gara-gara ombak besar nelayannya tidak ke laut jadi ikannya tidak ada. Ikan langka dari awal puasa sampai hari ini, harganya pun mahal. Seperti ikan Gebur dan ikan Terusan tidak pernah lagi didapat kalau pun ada sangat mahal." Ujar Warga desa Retak Mudik kecamatan Sungai Rumbai,   Ibu Rani, Jumat (10/06).

Ibu Rani melanjutkan, "ikan yang banyak dijual ada empat macam seperti ikan Tongkol, Sarden, Aso-aso, Belato. Sarden biasanya 15.000 per kg sekarang menjadi 25.000 – 30.000 per kg. Ikan tongkol dijual 15.000 atau 20.000/kg sekarang naik menjadi 25.000 – 30.000/kg.”

Ibu Rani menjelaskan ikan laut yang tersedia saat ini adalah ikan yang telah diawetkan dengan batu es berhari-hari. Kata Rani, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dia bersama-sama ibu rumah tangga lainnya terpaksa memesan ikan laut dari Padang Sumatera Barat dan ikan air sungai atau tawar dari Kerinci – Jambi.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme