Bekas Teroris Abu Tholut Heran Santoso Masuk ISIS

"Mereka ini main doktrin saja tidak ada argumen dan lain sebagainya. Pakai hadist sembarangan dipakai."

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 17 Jun 2016 20:02 WIB

Author

Aldrimslit Thalara

Bekas Teroris Abu Tholut Heran Santoso Masuk ISIS

Abu Tholut alias Musstafa Saat diwawancarai di gedung Torulemba Poso, Sulawesi tengah. (Foto: Aldrim Thalara)

KBR, Poso- Bekas narapidana kasus terorisme Abu Tholut alias Mustafa mengaku heran dengan perlawanan senjata yang dilakukan Santoso, termasuk bergabung dengan ISIS. Tholut, Jumat (06/17/2016), mengatakan ajaran ISIS tersebut telah menyimpang. Menurutnya, tidak ada pembenaran yang bisa dilakukan dengan membunuh.

"Banyak hal-hal yang telah menyimpang dari ajaran ISIS itu. Dan saya bisa mempertanggung jawabkan pernyataan ini," ujar Tholut saat memberikan materi ke warga Poso yang diantaranya adalah bekas narapidana saat konflik di daerah itu berlangsung beberapa tahun silam.

"Melihat teman-teman kita yang di gunung (Kelompok Santoso-red) saya merasa sedih dan heran mengapa mereka mau mengikuti ISIS?" tambahnya.

Abu Tholut pun sempat menceritaan pengalamannya saat dia pergi ke Afghanistan untuk mempelajari soal ISIS.

"Mereka ini main doktrin saja tidak ada argumen dan lain sebagainya. Pakai hadist sembarangan dipakai. Dan tidak ada yang selamat dari vonis kafir mereka. Yang jelas kalau diluar kelompok mereka itu kafir sudah. Ini hati-hati kita," ungkap abu tholut.

Diskusi itu sendiri merupakan silahturahmi dengan tokoh masyarakat Poso bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Abu Tholut sendiri hadir sebagai salah satu pembicara.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka