Sungai di NTB Tercemar, Tindaklanjut Program Terhalang Anggaran

Sejumlah sungai di NTB tercemar, pencegahannya terkendala anggaran.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 23 Jun 2015 18:35 WIB

Author

Zaenudin Syafari

Ilustrasi pencemarang sungai: Foto: KBR

Ilustrasi pencemarang sungai: Foto: KBR

KBR, Mataram- Sejumlah sungai yang dijadikan sampel pemeriksaan oleh Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian (BLHP) provinsi NTB diketahui telah tercemar. Namun selanjutnya tidak ada upaya untuk melakukan pencegahan terhadap pencemaran tersebut dengan alasan yang klasik yaitu anggaran yang sangat terbatas.

Kepala BLHP Provinsi NTB Hery Erpan Rayes Selasa (23/6) mengatakan, potensi pencemaran sungai di NTB cukup besar terutama oleh tiga faktor utama yaitu pembuangan limbah, pembuangan sampah dan buang hajat sebagian masyarakat. Karena pencemaran itulah kualitas air sungai di NTB masuk dalam kategori diatas ambang batas. Dia mengatakan, pencemaran air sungai di NTB sekitar 30 persen.

“Anggarannya sampai pemantauan saja, tidak ada anggaran untuk tindaklanjut. Kan sebenarnya setelah ada pencemaran, harus ada tindak lanjutnya. Itu sudah kita perjuangkan, sampai sekrang belum. Kan harus ada programnya, contohnya pencemaran harus ada edukasi kepada masyarakat, harus ada penyuluhan ada koordinasi. Kita hanya terbatas pada pemantauan. Kita belum terlalu parah tapi masuk dalam kategori di atas ambang batas untuk sungai” kata Hary Erpan Rayes Selasa (23/6).

Hary Erpan Rayes menambahkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten kota sudah dilakukan untuk mengurangi aktivitas yang membahayakan di lingkungan sekitar sungai. Namun program tindak lanjut dalam bentuk program yang berasal dari pemerintah provinsi belum ada.

Untuk di tingkat daerah, kota Mataram sudah melakukan beberapa upaya misalnya merubah arah rumah ke sungai dari sebelumnya membelakangi sungai. Pola ini efektif untuk membuat warga bertanggung jawab terhadap kebersihan sungai.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme