Jelang Mudik, Satpol PP Jombang Tertibkan PKL

Jalan tersebut dilewati arus mudik.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 26 Jun 2015 18:30 WIB

Author

Muji Lestari

Bandel berjualan di jalan. Mobil Pick up milik pedagang buah di Jalan Hasyim Asy’ari Jombang di dere

Bandel berjualan di jalan. Mobil Pick up milik pedagang buah di Jalan Hasyim Asy’ari Jombang di derek paksa oleh petugas. Foto: KBR/ Muji Lestari

KBR, Jombang – Menjelang lebaran, Satuan Polisi Pamong Praja Jombang, Jawa Timur, merazia lapak pedagang buah di Jalan Hasyim Asy’ari, Jombang, Jumat (26/06/2015).

Penertiban  dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman para pengguna jalan yang menghubungkan Jombang – Malang saat arus mudik ini. Terlebih, Jalan Hasyim Asy’ari adalah jalur protokol padat kendaraan menuju ataupun keluar lokasi Makam Gus Dur di lingkungan Pesantren Tebuireng.

Alhasil, petugas menertibkan sejumlah lapak dan mobil pick up yang menjual dagangannya hingga memakan badan jalan. Bahkan, sejumlah mobil yang mati mesin diderek paksa menggunakan mobil operasional petugas.  

Kepala Seksi Penindakan dan Penegakan Satpol PP, Ali Arifin, mengatakan selama ini pihaknya sudah kerap memberikan peringatan kepada para pedagang.  Namun pedagang terus membandel.

“Mobil itu masih kita toleransi, itu jelas sudah magrok bahasanya. Yang sudah permanen yang harus kita hilangkan. Tapi kalau sudah mesinnya nggak ada, akinya tidak ada, ya harus kita tindak karena itu sama dengan mendirikan bangunan permanen tapi berupa mobil kan,” Kata Ali kepada KBR, Jumat (26/6/2015).

Para pemilik lapak dan kios diberi waktu sehari untuk mengemasi dagangan mereka ke dalam kios. Jika tidak, petugas terpaksa akan menyita seluruh dagangannya.

Ali memastikan, jalan Jombang - Malang ini sudah bersih dari lapak pedagang sebelum arus balik lebaran mendatang. Ali pberharap arus lalu lintas di Jalan Hasyim Asy’ari akan semakin lancar.

Editor: Rio Tuasikal
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja