covid-19

Kementerian LHK Bentuk Task Force Pengembangan Pariwisata Ijen

Pengembangan kawasan Ijen juga akan terbuka bagi investor.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 05 Mei 2016 14:05 WIB

Kementerian LHK Bentuk Task Force Pengembangan Pariwisata Ijen

Kawah Gunung Ijen dilihat dari udara. Foto: banyuwangikab.go,id

KBR, Banyuwangi- Pemerintah pusat berencana terus memantapkan pengembangan pariwisata di kawasan taman nasional dan sejumlah kawasan wisata alam yang ada di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.  Tim lintas kementerian menggelar rapat koordinasi untuk memulai pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata, Rabu (4/5/2016).

Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Tachir Fathoni mengatakan, salah satu wisata alam yang dikembangkan adalah wisata alam Gunung Ijen. kata dia, pengembangan kawasan Ijen juga akan terbuka bagi investor.

"Task force di bawah komando Direktur Rencana Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan. Mereka akan bekerja merumuskan dengan menyinkronkan beragam perencanaan dari tiga pihak ini.

Dia melanjutkan, “Kami deadline sebelum 15 Mei sudah tuntas semua perencanaannya, untuk kami laporkan langsung ke Bu Menteri,"

Kawasan Ijen, kata dia, akan dikembangkan sesuai konsep ecotourism untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Pihaknya kini tengah mempersiapkan peta jalan pembangunan infrastruktur pariwisata  di kawasan tersebut.  Termasuk pembangunan sejumlah sarana dan prasarana yang akan mulai dibangun pada tahun ini juga.

“Kami dari kehutanan menekankan aspek konservasi, karena kita tidak ingin satu- satunya modal alam ini punah atau rusak,”kata Tachir Fathoni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Banyuwangi Mudjiono mengatakan pada tahun ini pemkab menganggarkan perbaikan jalan menuju Ijen sebesar Rp 950 juta. Anggaran itu dipergunakan untuk membangun jalan dari Jambu menuju Paltuding.

Kata Muji, akses Ijen menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata. Selain itu, pihaknya juga menganggarkan infrastruktur fisik menuju Pantai Sukamade sebesar Rp 5,3 miliar, dan Pantai Pulau Merah sebesar Rp 3,5 miliar.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

UU Cipta Kerja Bermasalah, Formil dan Materiil

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17