Bagikan:

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Buruk di Banyumas dan Cilacap

Belasan rumah rusak akibat angin kencang, Minggu petang kemarin.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 30 Mei 2016 11:09 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Buruk di Banyumas dan Cilacap

Ilustrasi foto: Antara

KBR, Banyumas –  Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Dusun Cilombang Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mengakibatkan belasan rumah rusak. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Prasetyo Budi Widodo mengatakan sebanyak empat rumah rusak parah akibat tertimpa pohon dan material longsoran tebing.

Prasetyo menjelaskan kejadian yang berlangsung Minggu petang kemarin baru diketahui pihaknya hari ini. Dia mengakui pihaknya terlambat menerima laporan. BPBD, Tim SAR dan Tagana Banyumas baru pagi tadi menuju ke lokasi bencana.

“Penanganan akan dilakukan hari ini oleh para relawan kita dan juga warga. Teman-teman pagi ini juga sudah meluncur ke Lumbir. Yang terdampak (parah) itu ada tiga rumah (tertimpa pohon tumbang). Kemudian ada lagi yang terkena longsoran rumpun bambu sehingga mengenai atap rumah induk sehingga ambruk.”jelas Prasetyo, Senin (30/5/2016)

Sementara, Analis Badan Meteorologi Klimaologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap, Feriharti Nugrohowati memprakirakan angin kencang masih berpotensi terjadi terjadi di wilayah Banyumas dan Cilacap dengan kecepatan antara 20 hingga 27 kilometer per jam.  Selain itu BMKG memperingatkan hujan deras disertai petir juga bisa terjadi sewaktu-waktu hingga 31 Mei besok.

BMKG, kata Friharti, juga sudah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di Laut Selatan Jawa  hingga 31 Mei esok. Gelombang setinggi antara 2,5 – 4 meter berpotensi terjadi di wilayah pantai dan mencapai ketinggian 6 meter di laut lepas.  

Editor: Malika

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Genjot Investasi untuk Ancaman Resesi

Most Popular / Trending