Kabupaten Penajam Olah Gas Metan Jadi Tenaga Listrik

Saat ini telah dibangun tiga alat penangkap gas metan di TPA Buluminung.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 14 Mei 2015 13:41 WIB

Author

Teddy Rumengan

Kabupaten Penajam Olah Gas Metan Jadi Tenaga Listrik

Sejumlah teknisi asing berbincang di dekat instalasi pengubah gas metan menjadi listrik pada pengoperasian perdana listrik biogas di TPA sampah Kawatuna Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (23/5). Foto: Anta

KBR, Balikpapan – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mengolah gas metan menjadi tenaga listrik di tempat pembuangan akhir (TPA) Buluminung Penajam. Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Penajam Paser Utara, Tita Deritayati mengatakan, saat ini telah dibangun tiga alat penangkap gas metan di TPA Buluminung dengan anggaran APBD Penajam Paser Utara 2015 senilai Rp 200 juta. Menurutnya, potensi gas metan di TPA Buluminung sangat besar karena jumlah sampah yang masuk mencapai 20 sampai 30 ton per hari.

“Kita rencananya dalam waktu dekat ini akan dimanfaatkan menjadi energi listrik, sementara operasional masih pakai genset, kalau untuk penertangan nanti dalam bentuk lampu dulu. Dan kedepannya kalau nanti gas nya bisa lebih bermanfaat lagi ke lingkungan sekitar di TPA, sehingga bisa juga ke masyarakat,” kata Tita Deritayati, Kamis (14/5/2015).

Dia menambahkan, upaya mengolah sampah di TPA selain bisa menghasilkan tenaga listrik, juga bermanfaat mengurangi bau di sekitar TPA dan mengurangi polusi udara. Rencananya kedepan akan dibangun lagi sembilan alat penangkap gas metan di TPA Buluminung.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror