Diintimidasi Polisi, Pelapor Beras Plastik Bakal Layangkan Surat Protes

Pelapor dugaan beras plastik Dewi Septiani akan melayangkan surat protes kepada Polsek Bantargebang, Bekasi.

BERITA | NUSANTARA | NASIONAL

Jumat, 22 Mei 2015 17:32 WIB

Author

Ninik Yuniati

Dewi Septiani/ Foto: Antara

Dewi Septiani

KBR, Jakarta - Pelapor dugaan beras plastik Dewi Septiani akan melayangkan surat protes kepada Polsek Bantargebang, Bekasi. Pengacara Dewi dari LBH Jakarta Hardi Firman mengatakan, ini lantaran kliennya mengalami intimidasi selama memberikan keterangan. Kata dia, kliennya didatangi dan dijemput paksa oleh sejumlah aparat kepolisian pada Selasa malam kemarin. Pada waktu itu Dewi belum didampingi oleh kuasa hukum.

"Berdasarkan yang beliau sampaikan, ada perlakuan yang kurang nyaman yang diberikan oleh salah satu penyidik di Polsek Bantargebang. Bahwa perlakuannya berupa ya, tekanan dan cenderung menyudutkan Ibu Dewi, menyalahkan karena katanya sudah menyebarkan kabar yang tidak benar dll. Dan bentuknya itu penekanan. Salah satu polisi wanita, bilang, 'Ibu nanti kalau saya mati, Ibu yang tanggung jawab ya'. Polisi yang lain juga melakukan penekanan," kata Dewi Septiani ketika dihubungi KBR, (23/5/2015).

Pengacara Dewi Septiani dari LBH Jakarta Hardi Firman menambahkan, selain diintimidasi, telepon genggam berikut kartu SIM kliennya juga turut disita. Kata dia, Dewi telah mendapatkan kembali kedua barang tersebut setelah kasus dilimpahkan ke Polresta Bekasi. Ia menyayangkan perilaku aparat kepolisian, karena akan membuat masyarakat enggan memberikan laporan.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR

Kabar Baru Jam 8

Soal Kerumunan, Kegiatan Ibadah dan Ancaman Virus Covid-19 Varian Baru

Jihad itu Sebenarnya Apa Sih?