Bagikan:

Harga Pertamax Naik, Omzet Pertashop Turun

Pertashop adalah pengecer BBM resmi mitra Pertamina.

NUSANTARA

Selasa, 12 Apr 2022 17:48 WIB

Harga Pertamax Naik, Omzet Pertashop Turun

Ilustrasi: petugas mengisi BBMpelanggan di SPBU. Foto: Setkab.go.id

KBR, Cilacap– Omzet harian Pertashop di sejumlah lokasi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menurun hingga puluhan persen. Salah satu penyebabnya ialah naiknya harga BBM nonsubsidi Pertamax per Jumat, 1 April 2022. Pertashop adalah pengecer BBM resmi mitra Pertamina.

Salah satu pengelola Pertashop di Kecamatan Cipari, Eko Suyono menyebut ada perbedaan harga antara Pertamax dan Pertalite hingga mencapai Rp4.850 per liter. Hal itu membuat sebagian konsumen beralih menggunakan Pertalite. Padahal, Pertashop hanya menyediakan BBM nonsubsidi, yakni Pertamax.

"Orang itu pada ngejar Pertalite, itu yang belinya di Pertamini dan itu yang di botolan. Sehingga yang pertamax itu, yang sebelumnya bisa 500 liter lebih per hari, sekarang ini paling-paling hanya 100-150 liter per hari. Yang saya khawatirkan tidak bisa membayar karyawan, gitu, loh," kata Eko Suyono, Selasa, (12/4/2022).

Eko mengakui penjualan Pertamax turun jauh dibandingkan sebelum kenaikan harga. Biasanya, Pertashop yang dikelolanya mampu menjual sekira 500 liter per hari. Akan tetapi, saat ini penjualan hanya mencapai 150 per hari, atau turun sekitar 70 persen.

Penurunan penjualan juga dialami pengelola Pertashop di Kecamatan Sidareja, Rokhim. Kata dia, penjualan Pertamax turun lebih dari 60 persen. Semula pertashop yang dikelolanya mampu menjual 500-600 liter per hari. Namun, kini hanya mampu menjual sekitar 200 liter per hari.

Menurut dia, kondisi ini terjadi karena kenaikan harga yang sangat tinggi dan banyaknya pengecer Pertalite. Karena itu, dia meminta Pertamina menertibkan pengecer BBM tak berizin.

Pertamax Naik

Sebelumnya, PT Pertamina menaikkan harga BBM Pertamax dari Rp9.200 per liter menjadi Rp12.500 hingga Rp13.000 per liter mulai Jumat, 1 April 2022, pukul 00:00. Pengumuman ini diunggah di laman resmi Pertamina pada Kamis, 31 Maret 2022, pukul 22.00 WIB.

"PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum," tulis manajemen, dikutip dari laman resmi Pertamina, Kamis, (31/3/2022).

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengklaim kenaikan tersebut telah mempertimbangkan daya beli masyarakat.

"Harga Pertamax tetap lebih kompetitif di pasar atau dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU lainnya. Ini pun baru dilakukan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, sejak tahun 2019," jelas Irto Ginting, dikutip dari situs Pertamina, Kamis (31/03).

Menurutnya, penyesuaian harga ini masih jauh di bawah nilai keekonomian. Yakni, lebih rendah Rp3.500 dari nilai keekonomiannya.

"Ini kita lakukan agar tidak terlalu memberatkan masyarakat," ujar Irto.

Dengan harga baru Pertamax, Pertamina berharap masyarakat tetap memilih BBM Non Subsidi yang lebih berkualitas.

Baca juga:

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Edu Talk IV YPA-MDR: Go Digital Melalui Media Ajar Interaktif