Jokowi Minta Pencarian Korban Hilang Banjir NTT Dipercepat

Ia khawatir evakuasi akan semakin sulit jika ada bencana lain yang diakibatkan siklon Seroja

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 06 Apr 2021 13:15 WIB

Author

Resky Novianto

Jokowi Minta Pencarian Korban Hilang Banjir NTT Dipercepat

Ilustrasi. Bencana longsor Cimanung. (Foto : Antara /Al Farisi

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan agar proses evakuasi korban banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dipercepat. 

Jokowi meminta Kepala BNPB Doni Monardo, Kepala Basarnas Henri Alfiandi, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Listyo Sigit, bergerak cepat, mengingat cuaca ekstrem masih terjadi.

"Seluruh jajarannya mengerahkan tambahan personil SAR sehingga dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak. Termasuk wilayah terisolir dan berbagai gugus tugas dan berbagai gugus pulau di NTT, di Pulau Alor, Pulau Pantar dan Pulau-pulau lainnya," ujar Jokowi dalam Pembukaan Rapat Terbatas Bencana NTB dan NTT di Kanal Youtube Sekretariat Presiden RI, Selasa (6/4/2021).

Jokowi juga meminta Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin bisa memenuhi kebutuhan layanan kesehatan beserta tim medis. Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), daerah pelosok dan terisolir masih kesulitan mendapat penanganan.

"Pastikan hadirnya pelayanan kesehatan dan penanganan korban yang memerlukan pertolongan medis. Dan saya minta menteri kesehatan memperbanyak tempat-tempat pelayanan kesehatan di lapangan juga mempersiapkan rumah sakit untuk menangani para korban serta memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obatannya," ujar Jokowi.

Jokowi juga meminta pembenahan infrastruktur dikebut, lantaran beberapa jembatan roboh dan mengakibatkan akses keluar masuk daerah tertutup. Ia meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono segera memperbaikinya, dan Kepala BNPB, Doni Monardo mengerahkan helikopternya untuk membantu distribusi logistik.

"Untuk melancarkan proses evakuasi dan pencarian dan penyelamatan korban. Saya juga minta menteri PUPR, pak menteri, untuk mengarahkan alat-alat berat dari berbagai tempat dan jika jalur darat masih sulit ditembus saya juga minta dipercepat pembukaan akses baik melalui laut maupun udara," ujarnya.

Percepatan evakuasi korban hilang maupun terdampak harus segera dilakukan lantaran Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika masih memantau perkembangan siklon Tropis Seroja di kawasan Timur Indonesia. Jokowi khawatir evakuasi akan semakin sulit jika ada bencana lain yang diakibatkan siklon Seroja

Editor: Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Belajar dari Lonjakan Kasus di India

Kabar Baru Jam 7

Gua Hira dan Cahaya Semesta

Mr. Spock dan Homer Simpson: Dinamika Perilaku di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 7