Bau Busuk Limbah Tekstil, Pemprov Jateng Hanya Bisa Tegur PT RUM Sukoharjo

"Ketika pengecekan kami memang menemukan beberapa kebocoran dari pipa limbah."

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 20 Apr 2021 22:51 WIB

Author

Anindya Putri

Bau Busuk Limbah Tekstil, Pemprov Jateng Hanya Bisa Tegur PT RUM Sukoharjo

Aksi teatrikal warga memprotes pencemaran limbah pabrik tekstil PT RUM, di kantor Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (27/11/2018). (Foto: ANTARA/Moh Ayudha)

KBR, Semarang - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLH) Provinsi Jawa Tengah mengklaim akan memberikan sanksi kepada perusahaan pencemaran lingkungan.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Tengah Widi Hartanto mengatakan sanksi teguran akan diberikan kepada PT Rayon Utama Makmur (RUM), menindaklanjuti keluhan warga terhadap bau busuk limbah perusahaan itu.

"Pertama yang kami lakukan, memberikan teguran kepada perusahaan, terhadap segala sesuatu yang menimbulkan pencemaran. Jadi tidak serta merta menutup. Semua ada prosedurnya. Kemudian sesudah kami verifikasi, nanti akan diberikan teguran atau langkah-langkah yang diberikan kepada perusahaan agar tak melakukan pencemaran lagi," kata Widi kepada KBR di Semarang, Selasa(20/4/2021).

Widi mengatakan petugas Dinas Lingkungan Hidup telah menerjunkan tim untuk memeriksa lokasi pembuangan limbah milik pabrik tekstil yang jaraknya tak jauh dari pemukiman warga.

"Ketika pengecekan kami memang menemukan beberapa kebocoran dari pipa limbah," kata Widi.

Widi tidak menjawab tegas desakan warga agar pemerintah daerah menutup pabrik tekstil itu. Widi mengatakan yang bisa dilakukan saat ini adalah mengirim surat teguran kepada PT RUM agar melakukan perbaikan pipa limbah.

"Kalau penutupan tidak bisa langsung dilakukan, semua ada prosesnya," kata Widi.

Sebelumnya warga Nguter, Sukoharjo kembali mengeluhkan bau busuk akibat pencemaran air dan udara dari PT RUM. Mereka mengadu ke DLHK Jateng pada Kamis 15 April 2021 lalu.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10