Pemda NTT Bakal Asuransikan Kapal Prosesi Semana Santa

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal mengasuransikan kapal motor yang mengangkut peziarah laut prosesi Semana Santa Jumat Agung di Larantuka.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 03 Apr 2015 08:54 WIB

Author

SILVER SEGA

Pemda NTT Bakal Asuransikan Kapal Prosesi Semana Santa

Prosesi Semana Santa (foto: Antara)

KBR, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal mengasuransikan kapal motor yang mengangkut peziarah laut prosesi Semana Santa Jumat Agung di Larantuka. 

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan, selama ini kapal pengangkut peziarah tidak diansuransikan pemiliknya. Dia berharap para pemilik kapal melengkapi dokumen untuk pengurusan ansuransi Jasa Raharja.

"Tahun lalu ada kapal motor yang dipakai oleh para peziarah tenggelam. Ke depan mungkin dipikirkan supaya perlu kerjasama dengan Jasa Raharja. Kita tidak tahu berbagai kemungkinan yang terjadi di di laut,” kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Kupang Jumat (3/4/2015). 

“Sehingga kalau diperlukan kerjasama dengan Jasa Raharja. Tentu dokumen dokumennya harus jelas. Karena pembayaran klaim harus berdasarkan dokumen yang jelas. Ini memang sedang diproses, mudah-mudahan, barangkali tahun ini masih sulit.” 

Gubernur NTT menambahkan, telah meminta kepolisian setempat mengamankan prosesi laut Semana Santa di Larantuka agar peristiwa naas tenggelamnya kapal motor pembawa peziarah tidak terulang kembali. 

Selain polisi, gubernur juga minta Badan SAR Nasional Kupang juga berada di Larantuka saat prosesi laut. Kepolisian NTT telah mengerahkan satuan polisi perairan dan Basarnas ke Larantuka sejak awal pekan ini.

Editor: Antonius Eko 

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menunggu Sanksi Aparatur Tak Netral di Pilkada