Bagikan:

Penyebab Tingginya Kecelakaan Lalu Lintas di Jombang

Ada empat korban jiwa yang meninggal di lokasi kecelakaan.

NUSANTARA

Rabu, 16 Mar 2022 16:12 WIB

Kecelakaan lalu lintas di Jombang, Jawa Timur.

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. Foto: ANTARA

KBR, Jombang- Jalan rusak yang terdapat di beberapa ruas jalur di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan di Kota Santri---julukan Kota Jombang. Kerusakan terjadi baik di ruas jalan kabupaten maupun provinsi. Jenis kerusakan itu meliputi jalan berlubang, bergelombang, dan retak.

Faktor lain penyebab kecelakaan adalah cuaca, yakni curah hujan yang tinggi. Curah hujan tinggi kerap membuat jalan berlubang tertutup air, atau menimbulkan genangan yang membahayakan para pengendara.

Fakta itu disampaikan Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Jombang, Rudi Purwanto kepada wartawan, Rabu, 16 Maret 2022. Catatan kepolisian, dalam dua pekan terakhir, tren kecelakaan lalu lintas di wilayah setempat juga naik 50 persen dibanding sebelumnya. 

Kata dia, selama Operasi Keselamatan Semeru 2022 yang digelar mulai 1-14 Maret 2022, ada empat korban jiwa yang meninggal di lokasi kecelakaan.

"Faktor utama adalah cuaca, saat ini di Kabupaten Jombang memang cuacanya memang lagi sering hujan, di samping kondisi jalan ada yang bagus, kurang bagus, ada tidak bagus, ditambah dengan cuaca yang hujan itulah yang terjadi lakalantas," bebernya, Rabu (16/3/2022).

Puluhan Kecelakaan

Rudi menambahkan, jumlah korban meninggal dihimpun dari 48 kejadian yang melibatkan kendaraan roda dua dan roda empat, bahkan kendaraan bertonase besar. Selain korban meninggal, terdapat juga sejumlah korban luka ringan hingga luka berat.

"Karena ada korban meninggal ini maka trennya naik 50 persen. Kendaraan yang mendominasi adalah roda 2, korban dengan umur produktif 16-35 tahun," bebernya.

Sebagai salah satu upaya menekan angka kecelakaan, polisi menyediakan mobil yang aktif memberikan penindakan elektronik di kawasan jalur blackspot. "Kami siang malam terus memberikan imbauan," ujarnya.

Selain kecelakaan, terdapat lebih dari 1.700 pelanggar lalu lintas yang diberikan teguran. Teguran ini merupakan bagian dari tindakan preventif petugas selama operasi berlangsung.

Jumlah teguran ini tercatat naik 160 persen dari sebelumnya. Meski demikian, ia mengklaim, tidak ada penindakan apa pun yang diberikan kepada pelanggar.

"Sebelum operasi, penindakan 240 kali penindakan penilangan, namun selama operasi keselamatan ini nol persen," tandasnya.

Baca juga:

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia