Bagikan:

Dua Bendungan Karet di Magetan Sobek, Ribuan Hektare Sawah Terancam Kering

Bendungan yang sudah berusia 27 tahun itu, memang membutuhkan perawatan dan perbaikan dibeberapa bagian

NUSANTARA

Selasa, 15 Mar 2022 20:50 WIB

Dua Bendungan Karet di Magetan Sobek, Ribuan Hektare Sawah Terancam Kering

Kondisi Bendungan Karet Kerik, Magetan, Jawa Timur. Foto: Adhima KBR

KBR, MAGETAN -Dua bendung karet di Kabupaten Magetan, Jawa Timur yakni Bringin dan Kerik yang rusak dimakan usia dan sempat diterjang banjir tahun lalu. Kini terancam tak bisa mengairi ribuan hektare sawah milik masyarakat.

Kepala Bidang SDA Dinas PU Kabupaten Magetan Yuli Karyawan Iswahyudi mengatkan, saat ini Bendungan Karet Beringin berfungsi sebagai sumber air bagi 700-an hektare sawah yang berada di Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun. Sementara Bendung Karet Kerik berfungsi untuk mengairi sawah seluar 500 hetare milik warga.

“Sobek, sama dengan tahun lalu sobek tapi sudah kita lem 2 hari yang lalu, Hari Minggu . Kemarin saya lihat udah bisa dipompa lagi. Yang Beringin 700-an yang Kerik 500-an hektare, dua Kabupaten itu,” ujar Kepala Bidang SDA Dinas PU Kabupaten Magetan Yuli Karyawan Iswahyudi Selasa (15/3/2022).

Upaya sementara itu menurut Yuli tidak akan bertahan lama, untuk itu Dinas PU Kabupaten Magetan telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS DAS) untuk segera memperbaikinya. Yuli mengatakan, untuk memperbaiki dua bendungan tersebut pemerintah harus mengeluarkan anggaran sebesar 10 miliar rupiah.

Selain Dinas PU, dorongan perbaikan juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Magetan, Gaguk Arief Sujatmiko. Menurutnya ada sekitar 15 desa yang menggantungkan pengairan dari bendungan Bringi dan belasan lainnya dari Kerik. Sehingga jika perbaikan tidak segera dilakukan, memasuki musim kemarau masyarakat khusunya petani akan kesulitan mendapat air.

"Kalau sekarang musim hujan, petani masih belum membutuhkan air. Tapi jika tidak disegerakan maka musim kemarau nanti akan kesulitan." Ujar Gaguk.

Gaguk menambahkan bendungan yang sudah berusia 27 tahun itu, memang membutuhkan perawatan dan perbaikan dibeberapa bagian. Perbaikan dengan lem atau menjahit bagian yang robek tidak akan bertahan lama, bahkan jika banjir besar datang, kerusakan akan semakin parah.

Baca juga:

Banjir Setinggi 3 Meter di Jombang, Ribuan Orang Mengungsi

Editor: Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?