DPO Teroris yang Tewas itu Kepercayaan Santoso dan Ahli IT

Dodo alias Pondah tewas saat baku tembak dengan TNI/Polri

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 01 Mar 2016 18:00 WIB

Author

Erna Dwi

DPO Teroris yang Tewas itu Kepercayaan Santoso dan Ahli IT

Dua anggota Brimob berjaga di depan pintu masuk ruang instalasi forensik tempat terduga teroris diperiksa di Rumah sakit Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (29/2). Terduga teroris itu tewas saa

KBR, Palu- Satu jenazah teroris yang saat ini masih di simpan di Instalasi Forensik RS Bhayangkara, Polda Sulteng, merupakan salah satu DPO (Daftar Pencarian Orang) teroris Poso. Kapolda Sulteng Idham Azis mengatakan jenazah teroris yang tewas saat baku tembak dengan aparat gabungan TNI Polri di desa Torire Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Senin (29/2/2016) kemarin, diketahui bernama Dodo alias Pondah. 

Menurut Idham Azis, Dodo merupakan orang kepercayaan Santoso. “Peran dia sebagai ahli IT (informasi teknologi) dan salah satu orang kepercayaan Santoso untuk mengirim data-data keluar,” katanya soal peran Dodoh.

Idham Azis menambahkan Dodo alias Pondah diduga bergabung dengan Kelompok Santoso pada 2012 silam. Kini kepolisian masih menunggu kehadiran keluarga untuk diambil sample DNA-nya.

Kapolda Sulteng, Idham Azis, mengatakan kontak tembak yang terjadi  pada Minggu lalu, selain menewaskan satu orang terduga teroris, aparat gabungan bersandi Tinombala 2016 itu juga menemukan  bivak atau tempat berlindung sementara, dan juga senjata api. 

“Satu korban dari DPO  kelompok Santoso ini, kemudian kita menemukan barang bukti berupa pistol, tiga senjata rakitan, 15 bom lontong dan beberapa tenda serta logistik dari kelompok ini. Saat ini pasukan TNI dan Polri sedang mengepung di karvak-karvak atau tempat pelarian yang lain,” kata Kapolda, Selasa (1/3/2016).

Menurutnya kekuatan pasukan saat ini bergerak ke arah wilayah pegunungan Lore Tengah Poso. Dari laporan intelegen menyebutkan bahwa kontak tembak masih berlangsung di wilayah itu.  


Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Koalisi Gemuk Pemerintah Dinilai Ancam Demokrasi