Berbagai Cara Saksikan Gerhana, Dari Foto Rontgen Hingga Kantong Plastik

Salah satu warga mengatakan tidak ingin melewatkan momentum bersejarah yang mungkin hanya sekali seumur hidupnya. Dia pun menggunakan alat berupa hasil foto rontgen untuk melihat GMT.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 09 Mar 2016 13:54 WIB

Author

Muji Lestari

Berbagai Cara Saksikan Gerhana, Dari Foto Rontgen Hingga Kantong Plastik

Seorang warga mencoba menyaksikan Gerhana Matahari sebagian menggunakan potongan foto rontgen di Alun-alun Kota Jombang Jawa Timur, Rabu (9/3/2016). (Foto: Muji Lestari/KBR)

KBR, Jombang - Tak ada kacamata khusus gerhana, cara lain pun ditempuh.

Berbagai cara dilakukan orang-orang untuk bisa menikmati momentum gerhana matahari total (GMT) yang terjadi di wilayah Indonesia.

Diantaranya ada yang memakai kacamata gelap, lembaran hasil foto rontgen, bahkan ada yang memakai kantong plastik. Agar bisa dipakai banyak orang, lembaran foto rontgen dipotong menjadi beberapa bagian dan dibagikan ke orang lain.

Usai melakukan salat sunah gerhana matahari, warga di Jombang Jawa Timur berbondong-bondong mencari tempat untuk menyaksikan secara langsung momentum langka tersebut.

Salah satu warga, Irfan Sholeh mengatakan tidak ingin melewatkan momentum bersejarah yang mungkin hanya sekali seumur hidupnya. Dia menggunakan alat berupa hasil foto rontgen untuk melihat GMT.

Irfan mengatakan dulu waktu pada terjadi gerhana matahari pada 1983, warga dilarang melihat gerhana. Karena waktu itu beredar mitos yang sangat menakutkan yakni munculnya raksasa atau Betara Kala.

"Karena masyarakat kita masyarakat yang majemuk, yang kalangan santri ya salat, yang melek teknologi ya mengorek apa yang terjadi sebagai fenomena-fenomena alam. Apalagi ini terjadinya sudah sekian tahun, fenomena langka, bisa lima tahun, sepuluh tahun, puluhan tahun, kita ndak tahu," kata Irfan Soleh, Rabu (09/03/16).

Hal senada juga diutarakan oleh Khafids, pelajar MTsN Tambakberas Jombang. Ini merupakan pengalaman pertama kali dalam hidupnya menyaksikan gerhana matahari. Khafids senang, dia bisa melihat posisi matahari yang tidak sempurna pagi tadi.

Gerhana matahari pada 9 Maret 2016 ini merupakan fenomena istimewa bagi warga Indonesia. Karena hanya daratan di Indonesia yang dilalui gerhana matahari itu. Bahkan, penduduk di 11 provinsi berpeluang melihat matahari yang gelap gulita atau gerhana matahari total. Apalagi kejadiannya pada pagi hari, ketika potensi mendung berkurang.

Editor: Agus Luqman 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18