Warga Kulonprogo Lawan Rencana Pembangunan Bandara

Warga penolak megaproyek bandara Kulonprogo yang tergabung dalam Wadah Tri Tunggal (WTT) memastikan tak akan melepaskan tanah mereka untuk dijadikan bandara.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 31 Mar 2015 10:12 WIB

Author

Eli Kamilah

Warga Kulonprogo Lawan Rencana Pembangunan Bandara

ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Jakarta - Warga penolak megaproyek bandara Kulonprogo yang tergabung dalam Wadah Tri Tunggal (WTT) memastikan tak akan melepaskan tanah mereka untuk dijadikan bandara. 

Ketua Wahana Tri Tunggal, Martono mengatakan, saat ini warga terus menanami lahan produktif dengan berbagai tanaman. Itu dilakukan sebagai bentuk penolakan warga. Mereka meminta, Pemda Kulonprogo mendengarkan aspirasi warganya. 

"Kita tetap menanam apa saja, itu wujud perlawanan kita. Kita menanam sayur-sayuran, cabai dan semangka dan sayur-sayuran. Kedua kita tidak akan melepaskan hak kita dan tidak akan menandatangi kesepakatan itu," tegas Martono kepada KBR, Selasa (31/3/2015). 

Martono menambahkan, warga juga tak datang saat pertemuan dengan tim kajian keberatan bandara Kulonprogo. Kata dia, warga menolak karena pihak bandara memangkas undangan warga dari 300 undangan menjadi 50 undangan saja. 

Hari ini merupakan batas waktu yang diberikan kepada Tim Kajian Keberatan untuk menyusun rekomendasi sebagai dasar diterbitkan atau tidaknya Izin Penetapan Lokasi (IPL) proyek pembangunan bandara internasional Yogyakarta di Kecamatan Temon, Kulonprogo. 

Tim Kajian Keberatan merupakan tim yang dibentuk pemerintah Provinsi Yogyakarta untuk memproses keberatan dari warga Kulonprogo. Wadah Tri Tunggal (WTT) berdalih lahan produktif mereka terancam dengan proyek bandara ini.

Editor: Antonius Eko 

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme