RS Bandung Potong Lambung Pasien Obesitas Jadi Sepertiga

"Lambungnya dipotong, sehingga sekarang tinggal sepertiga bagian dari ukuran lambung yang sebelumnya.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 18 Feb 2019 23:28 WIB

Author

Arie Nugraha

RS Bandung Potong Lambung Pasien Obesitas Jadi Sepertiga

Pasien penderita obesitas dari Karawang menjalani rawat inap di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Senin (4/2/2019). (Foto: ANTARA/Novrian Arbi)

KBR, Bandung - Tim dokter dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung mengklaim sukses melakukan operasi pengecilan lambung terhadap Sunarti.

Sunarti merupakan pasien obesitas asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sunarti mengalami penambahan berat badan cukup banyak dalam delapan tahun terakhir. Sebelumnya ia hanya berbobot 75 kilogram, namun berat badan terus bertambah dua kali lipat menjadi 148 kilogram, sehingga kesulitan bergerak.

Operasi pengecilan lambung dilakukan selama dua jam di ruang operasi lantai tiga Instalasi Bedah Sentral COT.

Sebelum operasi, tim dokter melakukan pemeriksaan telinga hidung tenggorokan (THT) untuk mengetahui penyebab keluhan sesak napas sebelum pembiusan.

Anggota tim dokter dari spesialis konsultan bedah digestif (bedah pencernaan) RSHS Bandung, Reno Rudiman mengatakan hasil pemeriksaa THT itu tidak ditemui kendala. Dokter juga melakukan pemeriksaan endoskopi yaitu prosedur pemeriksaan medis untuk melihat kondisi saluran pencernaan atau lambung Sunarti. Pemeriksaan dilakukan karena pasien sebelumnya mengkonsumsi obat penghilang nyeri. Namun kata Reno, secara umum tindakan operasi dapat segera dilaksanakan.

"Lambungnya dipotong, sehingga sekarang tinggal sepertiga bagian dari ukuran lambung yang sebelumnya. Alhamdulillah operasi berlangsung lancar, keadaan Bu Sunarti stabil pasca bedah. Jadi lambung Bu Sunarti ini dipotong dengan tujuan mengurangi volumenya, mengurangi kapasitasnya, sehingga jumlah makanan yang bisa dikonsumi itu sangat sangat berkurang," kata Reno dalam siaran persnya, Bandung, Senin, 18 Februari 2019.

Selain mengurangi kapasitas penampungan makanan di lambung, operasi itu membuang sensor lapar Sunarti. Sehingga volume makanan yang dikonsumsi oleh pasien itu menjadi sedikit, tidak akan mudah merasa lapar seperti sebelumnya.

Reno berharap dengan diturunkannya kapasitas penampungan makanan lambung Sunarti, akan cepat menurunkan berat badan. Tetapi ujar Reno, pasca operasi pengecilan lambung ini memiliki dampak negatif yaitu berkurangnya asupan vitamin.

"Karena penyerapan sesuai masakan, juga vitamin menjadi berkurang. Karena itu mereka yang menjalani operasi pemotongan seperti ini, dianjurkan seumur hidupnya mengkonsumsi vitamin. Dengan mengkonsumsi suplemen vitamin, akan menjadi baik, tidak terjadi penyakit kekurangan vitamin," ujar Reno.

Saat ini Sunarti di rawat di ruang Instaslasi Gawat Darurat (IGD) RSHS pada proses pemulihan. Jangka waktu pemulihan diklaim tidak lama, karena hanya untuk menghilangkan efek obat bius.

Selanjutnya, Sunarti hanya diperbolehkan mengkonsumsi makanan cair. Seperti air atau susu selama dua minggu.

"Dua minggu itu diperlukan untuk kesembuhan lambung yang dipotong. Jadi biar lambungnya benar - benar sambungannya baik, lukanya sembuh barulah dua minggu pasca bedah kita berikan makanan yang lebih padat," jelas Reno.

Rencananya usai mencapai berat badan ideal, Sunarti disarankan oleh dokter untuk menjalani operasi bedah plastik. Hal itu untuk menghilangkan kulit yang bergelambir akibat hilangnya lemak pasa obesitas. BIasanya kulit yang bergelambir itu terjadi di dada, paha dan lengan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru jam 10

Kabar Baru jam 8

Kabar Baru Jam 7