Evakuasi Korban Longsor, Mabes Polri Turunkan 4 Tim K9

"K9 membantu untuk tim SAR melakukan proses pencarian korban yang tertimbun. Untuk lokasi-lokasi sudah diberikan titik tanda dan area pencarian sudah dibagi oleh kasatgas"

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 02 Jan 2019 12:36 WIB

Author

Dwi Reinjani, Arie Nugraha, Muthia Kusuma

Evakuasi Korban Longsor, Mabes Polri Turunkan 4 Tim K9

Hujan deras yang melanda Desa Sinaresmi dan mengakibatkan 30 rumah warga tertimbun tanah longsor serta menyebabkan 13 orang meninggal dunia dan 34 orang belum ditemukan. (Foto: Antara/Nurul Ramadhan)

KBR, Jakarta - Kepolisian menurunkan 4 tim K9 atau tim dengan anjing pelacak terbaik diturunkan di lokasi bencana longsor di Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Juru Bicara Mabes Polri, Dedi Prasetyo, diturunkannya 4 tim K9 ini untuk membantu mencari korban longsor yang menimbun puluhan rumah, Senin (31/12/2018) lalu.

"Saat ini untuk kekuatan juga akan ditambah dari Polda Jabar. Termasuk hari ini sudah diturunkan selain dari Sabara juga K9. K9 membantu untuk tim SAR melakukan proses pencarian korban yang tertimbun. Untuk lokasi-lokasi sudah diberikan titik tanda dan area pencarian sudah dibagi oleh kasatgas, lokasi-lokasi mana saja yang menjadi objek pencarian tim gabungan TNI-Polri, SAR kemudian Badan Penanggulangan Bencana," ujar Dedi, kepada KBR, Selasa (02/01/2019).

Diperkirakan, ada sekitar 24 orang korban yang tertimbun longsor dan dengan bantuan tim K9 ini, diharapkan pencarian bisa lebih cepat dan akurat, karena selain kondisi cuaca yang berubah-ubah, kontur tanah di lokasi longsor juga masih labil dan berpotensi terjadinya longsor susulan.

"Kendalanya tanah di sana tidak stabil, rawan sekali kalo tidak hati-hati. Makanya tim diminta waspada dengan kemungkinan adanya longsor susulan juga," ujar Dedi.

Selain itu, tim DVI Polri juga telah mengidentifikasi seluruh jenazah korban yang ditemukan dan ada 11 jenazah yang sudah diidentifikasi.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan Pemprov terus memaksimalkan penanganan korban longsor di Desa Sinaresmi dengan memprioritaskan bantuan kepada keluarga korban terdampak bencana longsor.

"Dan pemerintah Provinsi Jawa Barat akan selalu hadir untuk membantu meringankan beban keluarga yang terkena dampak bencana longsor," kata Iwa kepada KBR ketika dihubungi di Bandung.

Menurutnya, bantuan nantinya akan langsung diberikan ke keluarga korban.

Sementara itu, Kepolisian Jawa Barat juga telah membuka posko identifikasi korban dan pengaduan orang hilang akibat peristiwa longsor. Posko tersebut beranggotakan tim dari disaster victim identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Kepolisian Jawa Barat.

Juru bicara Kepolisian Jawa Barat, Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan tim DVI Biddokkes Jabar itu akan bergabung dengan tim penanggulangan bencana lainnya untuk melakukan evakuasi.

Ia melanjutkan, tim ini juga dilengkapi dengan berbagai peralatan yang mumpuni untuk membantu indentifikasi dan melacak korban serat orang hilang.

"Dilengkapi dengan Kendaraan ranger DVI, pakaian rompi Dokpol beserta kelengkapan perorangan, kekuatan kit DVI dua unit, 43 kantung jenazah dan peralatan DVI pendukung lainnya," katanya melalui keterangan tertulisnya yang diterima KBR.

Setidaknya 20 rumah dengan 32 kepala keluarga atau 101 jiwa tertimbun longsor akibat hujan deras yang terjadi pada 31 Desember 2018 lalu.

Badan SAR Nasional (Basarnas) juga telah melakukan pemetaan lokasi terdampak longsoran di Desa Sinaresmi, Sukabumi.

Kepala Seksi Operasi Basarnas, Made Oka mengatakan diketahui 20 rumah yang terdampak longsoran. Rumah-rumah tersebut ada yang tertimbun parsial atau sebagian, ada juga yang tertimbun penuh.

Basarnas juga melakukan mitigasi bencana dengan cara manual dan menggunakan dua ekskavator yang didatangkan dari Jakarta.

"Korban yang hilang sejumlah 35 orang, 11 orang meninggal dunia, 24 orang belum ditemukan, 3 orang luka-luka dan 63 korban selamat dan mengungsi," kata Made.

Made menambahkan, kendala pencarian korban yaitu cuaca yang seringkali hujan, sehingga area longsor semakin becek dan tanah basah banyak yang melekat di roda ekskavator. Kemudian, daerah yang terkena longsor berada di dekat persawahan, sehingga alat berat sulit untuk menjangkau.

"Termasuk antusiasme warga yang menonton proses mitigasi bencana juga menjadi kendala evakuasi korban," pungkasnya.

Baca juga:


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Ponpes Kebon Jambu Cirebon, Pencetak ‘Ulama Perempuan’

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Cina Berencana Melarang Teknologi Asing di Seluruh Kantor Pemerintahan dan Institusi Publik