Bagikan:

Cegah Omicron, Epidemiolog Minta Tes Whole Genome Sequencing Diperluas

Tes whole genome sequencing tidak hanya untuk pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif saja.

NASIONAL

Kamis, 23 Des 2021 19:31 WIB

Cegah Omicron, Epidemiolog Minta Tes Whole Genome Sequencing Diperluas

Petugas melakukan tes Covid-19 PCR di Bandara Ngurah Rai Bali, Kamis (1/7/2021). (Antara-Fikri Yusuf)

KBR, Jakarta - Kalangan epidemiolog meminta pemerintah tidak hanya melakukan tes whole genome sequencing untuk pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif saja.

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengatakan, tes whole genome sequencing juga perlu untuk seluruh orang yang dinyatakan suspect dan probable, terutama mereka yang datang dari daerah terjangkit.

"Sebaiknya untuk whole genome sequencing sesuai dengan WHO itu dilakukan pada suspect dan probable. Jadi tidak hanya mereka yang terkonfirmasi positif yang dilakukan whole genome sequencing, tetapi pada mereka-mereka yang suspect dan probable," kata Masdalina dalam diskusi FMB, Kamis (23/12/2021).

"Suspect di sini ada dua kriteria. Ada kriteria klinis dan kriteria epidemiologis. Kriteria epidemiologis itu adalah pelaku perjalanan yang melakukan perjalanan dari daerah terjangkit itu juga sudah dimasukkan sebagai kriteria suspect sekalipun dia tidak memiliki gejala," jelasnya.

Baca juga: 

Masdalina mengatakan, antisipasi penyebaran varian Omicron lebih mudah dilakukan dengan cegah tangkal di pintu-pintu masuk negara. Namun pencegahan akan sulit jika varian tersebut sudah masuk dan menyebar ke komunitas.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang melakukan pengetatan di pintu masuk internasional.

"Sejauh ini kami sudah senang karena pemerintah juga sudah cepat mengambil tindakan untuk menjaga pintu masuk. Kalau tahun lalu kita ngomong tentang cegah tangkal di pintu masuk belum ada bayangan seperti apa melakukan cegah tangkal di pintu masuk. Tapi varian Delta mengajarkan pada kita semua bahwa memang kita harus concern di pintu masuk dan regulasi untuk itu sebenarnya sudah ada," imbuhnya.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7