Penangkapan Terduga Teroris di Tangsel, Polisi: Targetnya Petugas

"Mereka tidak menggunakan bom panci. Bom mereka ini handmade. Daya ledaknya masih kami dalami."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 21 Des 2016 14:22 WIB

Author

Ria Apriyani

Penangkapan Terduga Teroris di Tangsel, Polisi: Targetnya Petugas

Ilustrasi: Petugas kepolisian menunjukkan sejumlah barang bukti yang diamankan saat penangkapan para terduga teroris yang berada di Bekasi, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/12). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Kepolisian menyebut empat terduga teroris di Tangerang Selatan diduga adalah sel-sel jaringan kelompok teror Bekasi dan Tasikmalaya bentukan Bahrun Naim. Juru bicara Polri Awi Setiyono mengatakan mereka tengah mendalami keterkaitan keempatnya dengan kelompok Nur Solihin.

"Tadi Omen sudah kami sampaikan kan, mantan napi pembunuhan yang direkrut pelaku teroris. Kemudian Irwan alias Irawan ini yang bersangkutan bekerja sehari-hari sebagai driver di perusahaan air mineral di Tasik. Saudara Helmi penjual nasi bubur di Tasik. Kedua orang ini adalah anggota JAD, Jamaah Anshor Daulah," sebut Awi di Mabes Polri, Rabu(21/12).

Pekan lalu, kepolisian juga menangkap tiga orang jaringan Bekasi atas nama Nur Solihin, Agus Supriyadi, dan Dian Yulia Novi. Jaringan Bekasi dan Tasikmalaya sebelumnya diketahui berbaiat pada ISIS.

Dari karakteristiknya, ujar Rikwanto, bom rakitan itu berbeda dengan yang dimiliki kelompok Bekasi. Lima bom yang mereka temukan kali ini bentuknya tidak beraturan. Sementara ketika itu kelompok Bekasi menggunakan bom panci.

"Mereka tidak menggunakan bom panci. Bom mereka ini handmade. Daya ledaknya masih kami dalami."

Terduga teroris atas nama Helmi, Irwan, dan Omen tewas ditembak petugas Densus 88. Sementara satu orang lainnya atas nama Adam masih diperiksa kepolisian.

Informasi terakhir, keempat orang ini menyasar petugas kepolisian sebagai korban. Skenarionya mereka akan menusuk seorang petugas polisi. Setelah massa berkumpul, mereka akan meledakkan bom. Sampai saat ini belum diketahui siapa yang akan menjadi "pengantin" dalam rencana tersebut.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste