Kelompk Klaten Miliki Pabrik Senjata Api Rakitan dan Bom

Tim Densus 88 terus mendalami peredaran senjata api rakitan buatan kelompok tersebut

BERITA | NASIONAL

Kamis, 24 Des 2015 20:21 WIB

Author

Yudi Rachman

Kelompk Klaten Miliki Pabrik Senjata Api Rakitan dan Bom

Ilustrasi teroris. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Kepolisian menemukan tempat pembuatan senjata api rakitan dan bom dari penangkapan kelompok teroris Klaten di Mojokerto, Jawa Timur. Menurut Juru bicara Polri Anton Charliyan, kelompok teroris Klaten terkenal membuat senjata api dan bom. Kata dia, senjata buatan mereka disebar ke beberapa kelompok teroris seperti jaringan Santoso. Dia bilang, senjata buatan kelompok ini berkualitas dan mirip dengan senjata api pabrikan.

"Kalau kelompok Klaten yang ditangkap di Jawa Timur kan kelompok pembuat dan pemasok senjata. Diperkirakan akan digunakan dan sudah digunakan oleh beberapa kelompok teroris. Berapa jumlahnya belum bisa kita pastikan tetapi ada yang sudah beredar. Jenisnya ada yang pabrikan dan ada juga rakitan, namun rakitannya mendekati sempurna," jelas Juru bicara Polri Anton Charliyan kepada KBR, Kamis (24/12/2015)

Juru bicara Mabes Polri, Anton Charliyan, menambahkan, tim Densus 88 terus mendalami peredaran senjata api rakitan buatan kelompok tersebut. Kata dia, kepolisian masih mengembangkan kasus ini karena diduga masih ada keterlibatan orang lain dalam kasus terorisme dan pembuatan senjata api tersebut. 

Sebelumnya, kepolisian menangkap tiga orang kelompok teroris Klaten di Mojokerto, Jawa Timur. Mereka adalah Indraji Idham Wijaya, Choirul Amin alias Bravo alias Karto, dan Bambang Sugito alias Teguh alias Basuki. Kepolisian juga menemukan bahan peledak kimia dan bahan pembuat senjata api rakitan. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

KPK Hentikan Puluhan Penyelidikan Kasus Korupsi

Sulap Limbah Jadi Produk

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13