Bagikan:

BI Bakal Tata Ulang Arus Uang Hasil Ekspor Pertambangan

KBR, Jakarta - Bank Indonesia (BI) bakal menata ulang arus uang hasil ekspor pertambangan. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan selama ini uang hasil ekspor tambang yang masuk ke Indonesia hanya 60 persen.

NASIONAL

Senin, 29 Des 2014 15:51 WIB

Author

Abu Pane

BI Bakal Tata Ulang Arus Uang Hasil Ekspor Pertambangan

ekonomi, Bank Indonesia, tambang

KBR, Jakarta - Bank Indonesia (BI) bakal menata ulang arus uang hasil ekspor pertambangan. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan selama ini uang hasil ekspor tambang yang masuk ke Indonesia hanya 60 persen.

Padahal aturan uang ekspor pertambangan wajib masuk Indonesia sudah dikeluarkan. Agus mengatakan perlu penguatan peraturan agar arus uang ekspor tambang yang masuk ke Indonesia maksimal.

"Dan bukan berarti dikonversi menjadi rupiah. Tetapi kalau diekspor dari Indonesia, (uangnya) harus dibawa ke Indonesia. Nah itu kita bicarakan dan juga bagaimana kebijakan itu bisa lebih kuat lagi. Sehingga istilahnya nilai ekspor dan nilai transfer dana itu bisa mendekati," ujar Agus di Jakarta, Senin (29/12).

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengeluhkan minimnya devisa negara dari ekstor ekspor pertambangan.

Padahal ekspor tambang banyak yang merusak hutan atau alam Indonesia. Oleh karena itu JK berjanji memperkuat pelaksanaan aturan ekspor pertambangan.

"Sekarang ini beberapa industri dan beberapa sektor itu ternyata antara dana ekspor dan dana masuk ke Indonesia masih di 60 persen," kata Agus.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Memuja Idola Sampai Sebegitunya

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Most Popular / Trending