Bagikan:

Wapres Dorong Papua Selatan Jadi Lumbung Pangan Nasional

Papua Selatan dinilai memiliki posisi strategis untuk akses lintas negara kawasan Pasifik.

NASIONAL

Rabu, 30 Nov 2022 14:48 WIB

Author

Muthia Kusuma

Wapres Dorong Papua Selatan Jadi Lumbung Pangan Nasional

Wakil Presiden Maruf Amin saat acara Halaqoh Nasional Penurunan Stunting, Kamis (6/10/2022). (Dok Setwapres)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Maruf Amin mendorong Papua Selatan menjadi lumbung pangan nasional (food estate). Menurutnya, wilayah itu memiliki posisi strategis untuk akses lintas negara kawasan Pasifik.

Dorongan ini disampaikan Wapres saat bertemu Penjabat Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Selatan, Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Merauke, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Merauke, Rabu (30/11/2022).

“Kita perlu fokus untuk menjadikan Papua Selatan sebagai lumbung pangan nasional di timur Indonesia, baik sentra padi, sentra perikanan dan sentra peternakan," ucap Maruf.

Wapres mengatakan, pemerintah terus mengupayakan terciptanya ketahanan pangan nasional. Guna mewujudkannya, pemerintah mengeksplorasi wilayah potensial produsen bahan pangan, termasuk Papua Selatan.

Baca juga:

Dia menambahkan, proses eksplorasi wilayah potensial menjadi produsen pangan harus tetap memperhatikan pandangan dari masyarakat lokal.

Karenanya, Wapres menilai perlu ada pelibatan Orang Asli Papua (OAP) yang dianggap paling mengerti tentang lahan di daerahnya.

“Rumuskan pendekatan yang terintegrasi sejak hulu ke hilir, pastikan keterlibatan masyarakat asli Papua,” imbuh Wapres.

Sebagai Daerah Otonom Baru (DOB), Wapres mengharapkan adanya pembahasan lebih komprehensif terkait isu dan agenda yang menjadi fokus di Papua Selatan.

“Saya instruksikan kepada para menteri untuk segera membahas berbagai isu dan agenda yang menjadi perhatian di Provinsi Papua Selatan,” ujarnya.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending