covid-19

Pandemi Covid, Kemenkes Ingatkan Lengkapi Imunisasi Dasar Anak 6-11 Tahun

"Kami imbau kepada orang tua, sambil menunggu vaksinasi Covid-19 maka imunisasi rutinnya dilengkapi,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 16 Nov 2021 11:02 WIB

Author

R. Fadli

Cakupan Imunisasi di Sejumlah Daerah Menurun

Imunisasi campak rubella di SDN Pasar Baru 1, Kota Tangerang, Banten, Senin (25/10/2021). (Antara/Fauzan)

KBR, Jakarta-  Pemberian imunisasi dasar dan rutin harus terus dilakukan, meskipun di pandemi Covid-19. Imunisasi itu untuk melindungi, khususnya anak usia 6 hingga 11 tahun terhadap penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengingatkan, sambil menunggu vaksin Covid-19, imunisasi dasar lengkap pada anak harus tetap dilaksanakan.

"Anak-anak usia 6-11 tahun ini kan masih menerima imunisasi rutin. Nah ini yang kami  imbau kepada orang tua, sambil menunggu vaksinasi Covid-19 maka imunisasi rutinnya dilengkapi, karena banyak juga anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi rutin seperti campak, polio dan lainnya yang memang harus diterima setiap tahun. Imunisasi rutin ini mampu mencegah dan memberikan perlindungan bagi anak-anak," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi secara daring pada Selasa, (16/11/2021)

Itu tadi Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Sementara itu, Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cissy B. Kartasasmita mengungkapkan, sebanyak 786 ribu anak belum mendapat imunisasi dasar lengkap pada tahun lalu.

Di masa pandemi ini, Cissy menyarankan, kegiatan imunisasi tetap dilakukan di Posyandu, Puskesmas, praktik pribadi dokter hingga rumah sakit. Pelaksanaannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Baca juga:


Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah memperingatkan risiko peningkatan wabah penyakit campak yang menyerang anak-anak.

Dalam laporannya yang dirilis bersama Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika (CDC) disebutkan, tahun lalu, ada 22 juta bayi di seluruh dunia yang tidak mendapat dosis pertama imunisasi campak, akibat pandemi COVID-19. Kondisi itu mengancam upaya global untuk membasmi penyakit campak, dan dampak komplikasi seriusnya.

Direktur Departemen Imunisasi, Vaksin dan Biologi WHO, Kate O'Brien mengatakan, negara-negara di dunia harus segera menuntaskan program vaksinasi COVID-19, agar jangan sampai membebani program imunisasi rutin yang lain, termasuk campak. 

 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Sistem Dukungan dalam Pengambilan Keputusan

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7