covid-19

Jelang Nataru, Satgas: Kepatuhan Prokes Masih Rendah

"Sejak awal November mulai turun sedikit demi sedikit, turun lagi perlahan, kita dorong naik lagi di 16 sampai 21 November atau per hari ini 22 November,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 22 Nov 2021 14:22 WIB

Jelang Nataru, Satgas: Kepatuhan Prokes  Masih Rendah

Ilustrasi: Razia protokol kesehatan. (Antara)

KBR, Jakarta-     Satgas Penanganan COVID-19   menyebut kepatuhan protokol kesehatan masyarakat masih cukup rendah pada November 2021 jika dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny Harry B. Harmadi, hal ini cukup riskan mengingat pelonggaran juga harus diiringi tertib prokes di lapangan.

"Bahwa skor kepatuhan kesehatan memang naik terus dari bulan Juli, ini naik terus tapi sejak awal November mulai turun sedikit demi sedikit, turun lagi perlahan, kita dorong naik lagi di 16 sampai 21 November atau per hari ini 22 November, mulai sedikit naik dibanding minggu lalu," ucap Sonny dalam diskusi daring google initiative, Senin (22/11/2021).

Sonny mengatakan, pelbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kembali kepatuhan prokes masyarakat. Upaya tersebut, kata dia, antara lain pemasifan sosialisasi perubahan perilaku menggandeng publik figur, imbauan dan ajakan di media sosial, dan menggerakan duta perubahan perilaku di lapangan.

Baca juga:


Lebih lanjut, Sonny mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir sehingga pemerintah akan terus berupaya mengendalikannya, meski tren kasus positif di Indonesia sudah melandai demi mengantisipasi potensi gelombang ketiga.

Sebelumnya pemerintah memutuskan memberlakukan PPKM tingkat tiga di seluruh Indonesia pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Pemberlakuan dilakukan untuk mencegah kasus covid meningkat karena tingginya mobilitas selama libur Natal dan Tahun Baru.

  

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Sistem Dukungan dalam Pengambilan Keputusan

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7