covid-19

Cegah Lonjakan Covid-19 saat Nataru, Presiden Minta Masifkan Sosialiasi PPKM Level 3

"Tapi kita harus ingat bahwa apapun perlu dijelaskan bahwa apabila situasi tidak terkendali justru akan memukul balik ekonomi dan pariwisata kita,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 22 Nov 2021 18:38 WIB

Cegah Lonjakan Covid-19 saat Nataru, Presiden Minta Masifkan Sosialiasi PPKM Level 3

Presiden Jokowi (tengah) bersama Wapres Ma'ruf Amin (kanan) bersiap memimpin rapat terbatas terkait PPKM level 3, Senin (22/11/21). (Foto: Antara/Hafis Mubarak)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta menteri dan jajarannya mengomunikasikan kepada masyarakat terkait rencana penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

Menurut Presiden, rencana Pemerintah Pusat tersebut perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Termasuk, kata dia, informasi mengenai perkembangan dan kenaikan kasus covid-19 yang ada di Eropa.

“Kenaikan kasus di Eropa ini penting sekali sebagai sebuah background (latar belakang, red), dari keputusan yang akan kita ambil, karena memang ada beberapa yang menolak pemberlakuan PPKM Level 3 ini dan menginginkan situasi menjadi normal kembali. Tapi kita harus ingat bahwa apapun perlu dijelaskan bahwa apabila situasi tidak terkendali justru akan memukul balik ekonomi dan pariwisata kita," ucap Jokowi dalam Pengantarnya pada Rapat Terbatas Mengenai Evaluasi PPKM, Senin (22/11/2021).

Kepala negara juga mengingatkan jajarannya untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 saat libur Nataru mendatang. Dia pun menginstruksikan agar seluruh kementerian dan lembaga memiliki frekuensi yang sama mengendalikan pandemi covid-19 terutama di Desember mendatang.

“Kita sebentar lagi akan masuk ke libur Natal dan Tahun Baru, yang kita tahu pada saat ini kasus covid-19 di Eropa semuanya naik," tuturnya.

Baca: Wapres Minta Tokoh Agama Ajak Masyarakat Patuhi PPKM Level 3 saat Libur Nataru

Jokowi mengungkapkan, saat ini pandemi covid-19 di Indonesia terkendali dan ada di level yang rendah.

Sepekan terakhir, kata Jokowi, kasus aktif menurun sebanyak 892 kasus, dari 9.018 kasus di 14 November menjadi 8.126 kasus di 21 November 2021.

"Sementara penambahan kasus baru rata-rata sebanyak 362 kasus setiap harinya," ungkapnya.

Siapkan Fasilitas Kesehatan

Jokowi juga memerintahkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memastikan kesiapan fasilitas kesehatan (faskes), dalam menghadapi lonjakan kasus covid-19.

"Termasuk potensi eskalasi kasus covid-19 pasca Natal dan Tahun Baru 2022," kata dia di kesempatan yang sama.

“Saya minta Menteri Kesehatan untuk melakukan langkah-langkah antisipasi untuk memastikan kesiapan rumah sakit apabila terjadi lonjakan pasien sakit selama akhir Desember dan awal Januari 2022, terutama pemetaan situasi dan terutama di daerah yang berpotensi kasusnya meningkat,” imbuh orang nomor satu di Indonesia itu.

Ia juga mengingatkan Kementerian Kesehatan untuk memenuhi target cakupan vaksinasi 70 persen di akhir 2021 ini.

Baca juga: Perjuangkan Upah Minimun, 2 Juta Buruh Siap Mogok Kerja Nasional

Bahkan, Presiden mendorong agar vaksinasi dimasifkan dan diperluas aksesnya kepada masyarakat. Termasuk pemberian bantuan khusus kepada daerah yang masih rendah capaian vaksinasinya.

“Saya minta proaktif jemput bola dan juga datangi masyarakat dan saya minta back up dari TNI dan Polri utamanya untuk yang lansia betul-betul dilakukan," pungkas Joko Widodo.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Sistem Dukungan dalam Pengambilan Keputusan

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7