Tinjau Simulasi Vaksinasi Covid-19, Maruf: Tunggu Izin BPOM dan MUI

"Sifatnya itu bahwa vaksin itu aman dan kedua juga punya khasiat efektif, manjur begitu, kemanjurannya sudah dipertanggung jawabkan. Dan nanti juga kebolehan dipakai kita harapkan keluar dari MUI,"

NASIONAL | RAGAM

Kamis, 19 Nov 2020 11:39 WIB

Author

Astri Septiani

Tinjau Simulasi Vaksinasi Covid-19, Maruf: Tunggu Izin BPOM dan MUI

Wapres Ma'ruf Amin meninjau simulasi vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jabar, Kamis (19/11). (Antara/Fakhri Hermansyah)

KBR, Jakarta-   Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau simulasi vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan di Puskesmas Cikarang-Jawa Barat. Hadir juga Menkes Terawan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja.

Ma'ruf menyebut butuh sejumlah persiapan agar vaksinasi berjalan dengan baik.

"Termasuk menyiapkan data-data nama-nama yang akan divaksin di seluruh indonesia. Kemudian juga tahapan tahapannya. Kemudian bagaimana nanti pendistribusian vaksinnya dan juga dilakukan simulasi-simulasi di berbagai daerah dan juga sudah dilakukan pelatihan-pelatihan untuk semua petugas, bahkan juga direncanakan bagaimana limbah vaksin yang banyak itu harus dilakukan," kata Ma'ruf Amin di Puskesmas Cikarang, Kamis (19/11/20.

Kata dia saat ini proses vaksinasi masih menunggu izin dari BPOM dan Fatwa MUI. Hal ini kata dia untuk memastikan vaksin aman dan efektif.

Kata dia, butuh persiapan yang matang supaya tidak terjadi hambatan pada proses vaksinasi.

"Nanti vaksinnya itu sudah melewati proses uji klinisnya sudah selesai, sudah ada izin dari bpom dan sifatnya itu bahwa vaksin itu aman dan kedua juga punya khasiat efektif, manjur begitu, kemanjurannya sudah dipertanggung jawabkan. Dan nanti juga kebolehan dipakai kita harapkan keluar dari MUI," pungkasnya.

Sehari sebelumnya Rabu (18/11/20), Presiden Joko Widodo juga meninjau  simulasi vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor.   Presiden mengatakan pengadaan vaksin bisa kembali mundur ke awal tahun 2021. Alasannya banyak persiapan yang harus matang, sebelum vaksin diberikan ke masyarakat.

“Kalau melihat tadi di lapangan dan melihat simulasi tadi, Kita memperkirakan kita akan mulai vaksinasi itu di akhir tahun, atau di awal tahun. Akhir tahun 2020 atau di awal tahun 2021, karena memang proses persiapannya itu tidak hanya menerima vaksin kemudian langsung disuntikkan. Kita juga harus menyiapkan distribusi ke seluruh tanah air, ini yang tidak mudah, mendistribusikan vaksin itu tidak mudah. Ini bukan barang seperti barang-barang yang lain,” ujar Jokowi saat melakukan kunjungan ke puskesmas Tanah Sareal, Bogor, Rabu (18/11/2020).


Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste