Jokowi Sebut Toxic Medsos Timbulkan Perpecahan

Jokowi berharap tokoh agama dapat mempersatukan umat dari perbedaan yang menjurus kepada perpecahan

BERITA | NASIONAL

Selasa, 03 Nov 2020 20:14 WIB

Author

Resky Novianto

Jokowi Sebut Toxic Medsos Timbulkan Perpecahan

Ilustrasi Logo Media Sosial

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menyebut tantangan kehidupan beragama saat ini semakin berat. Salah satu yang masih menjadi tantangan menurut Presiden adalah media sosial.

Bekas Wali Kota Surakarta ini menyebut tak jarang media sosial membawa toxic atau racun.

"Tidak jarang media sosial membawa toxic, membawa racun seperti hoaks dan ujaran-ujaran kebencian yang justru menimbulkan perpecahan," ujar Jokowi di Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (3/11).

Jokowi dalam rapat koordinasi nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) ini juga berharap tokoh agama dapat mempersatukan umat dari perbedaan yang menjurus kepada perpecahan.

"Untuk itu dibutuhkan figur tokoh-tokoh agama yang mempersatukan, tokoh-tokoh agama yang merangkul, tokoh-tokoh agama yang piawai melunakkan perbedaan pilihan dan paham," imbuhnya.

Jokowi mengatakan dampak negatif medsos sangat berbahaya, bila tidak bisa dikendalikan dengan baik.

Ia berpesan kepada tokoh agama untuk terus merawat kemajemukan bangsa Indonesia. Menurutnya moderasi beragama merupakan pilihan yang tepat dan selaras dengan jiwa pancasila, di tengah adanya gelombang ekstrimisme di berbagai belahan dunia.

"Kerukunan itu hasil dari ikhtiar bersama untuk hidup saling menghormati, dan tidak memberi ruang bagi tumbuhnya saling curiga. tidak membiarkan berkembangnya benih-benih kebencian, benih-benih permusuhan yang akhirnya akan menghancurkan persatuan dan persaudaraan di antara kita," tutup Jokowi.


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Inggris Perpendek Masa Karantina Turis Asing

Menggunakan Sains Data untuk Atasi Kemacetan di Jakarta

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Beda Nasib Serapan Insentif Usaha di Progam Pemulihan Ekonomi Nasional