Satgas Pangan Belum Temukan Spekulan Jagung

Meski tidak ada spekulan dan penimbunan, harga eceran jagung masih cukup tinggi dan sulit ditemukan di pasaran.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 13 Nov 2018 16:26 WIB

Author

Dwi Reinjani, Astri Septiani

Satgas Pangan Belum Temukan Spekulan Jagung

Ilustrasi petani jagung. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Ketua Satgas Pangan Mabes Polri, Setyo Wasisto mengatakan, hingga saat ini timnya tidak menemukan adanya spekulan dan penimbunan jagung oleh pedagang.

Meski tidak ada spekulan dan penimbunan, harga eceran jagung masih cukup tinggi dan sulit ditemukan di pasaran. 

"Sekarang satgas pangan belum mendapatkan adanya spekulan-spekulan. Bahkan yang di pabrik pangan juga mereka kesulitan mencari stok jagung. Semoga bulan ini sudah lancar," ujar Setyo, di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Menurut Setyo, sulitnya mendapat jagung di pasaran, menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah melakukan impor jagung di tahun ini.

Adanya impor, lanjutnya, maka harga di pasaran akan kembali normal.

"Itu permintaan menteri pertanian untuk impor jagung khusus bagi peternak kecil ya. Jadi bagi satgas pangan yang penting bagaimana ketersediaan jagung bagi peternak kecil. Bahwa jagung sesuai dengan harga dari pemerintah, percuma ada barangnya tapi harganya tinggi," kata Setyo.

Ia juga meminta tim Satgas Pangan untuk menyisir setiap daerah penghasil jagung, dan menyelidiki penyebab jagung sulit ditemukan di pasaran.

Sebelumnya Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menyatakan pemerintah akan mengimpor 100 ribu ton jagung untuk pakan ternak.

Jagung untuk pakan ternak ini akan dijual seharga Rp4 ribu per kilogram kepada peternak mandiri.

"Iya, jadi ketentuan dalam ratas (rapat terbatas) itu menyebutkan, bahwa sesuai usulan Kementan untuk kita impor 100 ribu ton dan itu keputusan rakor atas usulan Menteri Pertanian. Dan menugaskan Bulog untuk yang menyelenggarakan itu, dengan harga jual 4 ribu dari gudang bulog kepada peternak mandiri," kata Enggar di Gedung Kemendag pada pekan lalu.

Mendag Enggar menambahkan, pengiriman jagung impor ini rencananya dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama sebanyak 70 ribu ton dan tahap kedua, 30 ribu ton.


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

TNI Disusupi Radikalisme