Bagikan:

Temui Wapres, Arab Saudi Beri Kemudahan Jemaah Umrah dan Haji

“Mudah-mudahan kebijakan baru tentang umrah ini akan menambah semangat para orang yang berumrah dari Indonesia."

NASIONAL

Kamis, 27 Okt 2022 07:42 WIB

Author

Muthia Kusuma

haji dan umrah

Wapres Maruf Amin menerima kunjungan Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Fawzan, di Istana Wakil Presiden, Rabu (26/10). (Medsos)

KBR, Jakarta-  Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyambut baik kebijakan baru pemerintah Arab Saudi terhadap jemaah umrah dan haji Indonesia. Beberapa kebijakan tersebut di antaranya perpanjangan masa berlaku visa umrah yang semula 30 hari menjadi 90 hari. 

Selain itu   kemudahan proses dalam pengajuan visa keberangkatan yang dapat dilakukan secara mandiri melalui elektronik hingga kebebasan dalam mengunjungi kota-kota lain selain Makkah dan Madinah.

“Mudah-mudahan kebijakan baru tentang umrah ini akan menambah semangat para orang yang berumrah dari Indonesia. Sebab, setiap hari ada orang umrah dari Indonesia. Dengan adanya kesempatan-kesempatan bisa selain ke Makkah dan Madinah, bisa kemana-mana ini. Saya kira akan sangat mendorong orang Indonesia untuk lebih berkeinginan lagi untuk umrah sekaligus melihat berbagai daerah di luar haramain (dua kota suci, Makah dan Madinah),” ucap Maruf melalui siaran pers tertulis usai menerima kunjungan Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Fawzan Muhammad Alrabiah, di Istana Wakil Presiden, Rabu (26/10/2022).

Wakil Presiden Maruf Amin menambahkan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekhususan dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Wapres optimistis berbagai kelonggaran yang diberikan pemerintah Arab Saudi untuk jemaah Indonesia akan semakin menambah semangat umat muslim Indonesia untuk mengunjungi tanah suci.

Baca juga:

Vaksin Meningitis Langka, BPOM Merasa Jadi Kambing Hitam

BPKH Sebut Haji Tahun Ini Agak Spesial

Wapres juga meminta kepada pemerintah Arab Saudi untuk dapat memberikan perhatian khususnya terhadap penempatan jemaah haji Indonesia di Mina agar penempatannya tidak terlalu jauh dari lokasi melempar jumrah. Sementara dari sisi perdagangan, Wapres mengajak Arab Saudi untuk membangun kemitraan.

“Tentu yang juga kita harapkan adalah hubungan dagang baik yang menyangkut kepentingan-kepentingan haji maupun yang lain. Kami juga ingin dibukakan perdagangan untuk mengekspor barang-barang kebutuhan jemaah haji khususnya Indonesia baik di saat umrah dan haji,” pinta Wapres.

Menanggapi permintaan itu, Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Fawzan Muhammed Alrabiah berjanji akan segera mendiskusikan mengenai hal ini untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada para jemaah dari Indonesia.

“Yang terkait keberadaan jamaah haji Indonesia di Mina, kami sangat memberikan perhatian sekali tapi kami juga harus mengakui bahwa Mina itu tempat yang sangat sempit dan kecil sehingga kami harus memikirkannya untuk bisa memenuhi apa yang diharapkan,” imbuh Tawfiq.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP