covid-19

MUI: Vaksin Zifivax Hukumnya Suci dan Halal

Vaksin tersebut tidak memanfaatkan babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya.

BERITA | NASIONAL

Senin, 11 Okt 2021 15:58 WIB

Author

Muthia Kusuma

Vaksin Zifivaz halal

MUI menyatakan bahwa Vaksin Zifivax halal dan suci setelah dilakukan pengkajian dari aspek teknis dan syar'i oleh tim auditor MUI. (FOTO: ANTARA/Reno Esnir)

KBR, Jakarta- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin Covid-19 yang diproduksi Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical dengan jenama ZifivaxTM hukumnya suci dan halal.

Ketua Bidang Fatwa MUI KH Asrorun Ni’am menjelaskan, berdasarkan hasil rapat pleno Komisi Fatwa yang diselenggarakan pada akhir September lalu, disepakati bahwa vaksin tersebut tidak memanfaatkan babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya.

"Kemudian yang kedua, vaksin Covid-19 produksi Anhui ini sebagaimana yang dimaksud angka satu, itu boleh digunakan dengan syarat terjamin keamanannya menurut ahli dan lembaga yang kompeten. Poin kedua ini menjadi penting karena kebolehan penggunaan vaksin ini terikat pada aspek kethoyiban, keamanan dna juga efikasi," kata Niam di Gedung MUI, Sabtu, (9/10/2021).

Baca juga:

Ketua Bidang Fatwa MUI KH Asrorun Ni’am menambahkan, bahan dasar yang digunakan ZifivaxTM yaitu memanfaatkan sel ovarium hamster China. Hewan tersebut sudah mengantongi kehalalannya oleh MUI serta boleh dimanfaatan selnya untuk bahan obat dan vaksin.

Selain itu, dalam produksinya, fasilitas yang digunakan dinilai suci dan hanya digunakan untuk produk vaksin covid-19. MUI terus mendorong pemerintah agar terus mengusahakan pengadaan vaksin untuk kekebalan kelompok dari virus Covid-19.

Baca juga:

Izin Darurat

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 bernama Zifivax. Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan vaksin tersebut diproduksi perusahaan asal Cina, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical dan dikembangkan di Indonesia.

Penny mengklaim, vaksin Covid-19 Zifivax memiliki efikasi 81,7 persen yang dihitung mulai dari 7 hari setelah mendapatkan vaksinasi lengkap. Kemudian, setelah 14 hari mendapatkan vaksin Zifivax, angka efikasinya mencapai 81,4 persen. Efikasi vaksin bahkan mencapai 87 persen untuk populasi lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun.

Di lain tempat, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, Kemenkes bakal terus memprioritaskan pemberian vaksin Covid-19 pada lansia. Dalam keterangan tertulis Menkes Budi menjelaskan, lansia 60 kali lebih berisiko terinfeksi Covid-19. Kata dia, selama pandemi ini, kelompok yang memerlukan perawatan di rumah sakit didominasi para lansia.

"Jadi buat bapak ibu, kalau ada kakek dan neneknya yang belum divaksin, cepat-cepat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan atau sentra vaskinasi," imbuhnya, Senin, (11/10/2021).

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?